loading...
Loading...
Progress pengerjaan proyek Jembatan Karanganyar, Sambungmacan yang molor sangat jauh dan menjadi sorotan. Foto/Wardoyo

 

SRAGEN- Pembangunan Jembatan Karanganyar di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan menuai sorotan. Pasalnya hingga lima bulan berjalan, progres pencapaian proyek baru mencapai 40 persen.

Padahal, batas waktu pengerjaan disebut akan jatuh tempo akhir Oktober ini. Macetnya suplai material dan pembayaran pekerja dinilai menjadi faktor terbesar yang membuat pengerjaan jembatan senilai Rp 3,545 miliar dari APBD Kabupaten 2018 itu terseok-seok.

Sorotan itu datang dari berbagai pihak. Tak hanya aktivis, tokoh masyarakat dan warga sekitar pun juga mempertanyakan pengerjaan jembatan penghubung Dukuh Randualas Karanganyar – Dukuh Bero, Bedoro Sambungmacan yang tak kunjung selesai.

Jembatan sepanjang 40 meter dengan lebar 5 meter itu dikerjakan oleh PT Trimarta Perkasa Abadi Sragen. Durasi proyek 180 hari dengan anggaran Rp 3.545.783.000,-.

Bahkan pekerja pun menyangsikan bisa selesai sesuai kontrak. Pantauan di lapangan, kondisi proyek jembatan masih jauh dari harapan.

Baca Juga :  Terpeleset di Kamar Mandi, Pegawai Lapas Sragen Langsung Meninggal Dunia. Kalapas Mengaku Sangat Kehilangan!  

Pekerjaan bagian pilar tengah belum selesai dan belum dicor. Pun talud di kedua sisi juga masih separuh. Pekerja di sisi timur tampak kosong, sementara di sisi barat mengerjakan talud dan fondasi bawah.

Mandor proyek tersebut, Edi, saat ditemui di lokasi menyebut secara fisik, progress proyek saat ini baru mencapai sekitar 40 persen. Menurutnya dari informasi yang diterimanya, tenggat waktu proyek habis akhir Oktober ini.

“Kalau melihat kondisinya, ya sulit untuk bisa jadi. Ini baru 40 persen. Girder untuk tengah belum ada. Kendala terbesarnya material sering macet, bayaran ke pekerja juga sering macet. Kalau materialnya ada mungkin sudah bisa dikebut dan sampai 60 persen,” paparnya Kamis (4/10/2018).

Sejumlah pekerja juga menyebut suplai material sering ngadat. Yang menyakitkan lagi, bayaran ke pekerja juga selalu terlambat sehingga kadang memicu emosi pekerja.

Baca Juga :  Pesta Sabu di Jenar Sragen Digerebek Polisi. Satu Warga Ditangkap dan Dijebloskan Bui, Satu Berhasil Kabur

“Nggak cuma sekali tapi sering macet. Lha orang kerja kalau bayaran nggak pasti, bagaimana mau semangat Mas,” ujar salah satu pekerja asal Banjarnegara yang mengerjakan talud.

Koordinator Tim Operasional Penyelamatan Aset Negara RI (Topan-RI), Agus Triyono yang menerima keluhan warga, juga menyayangkan lambannya pengerjaan jembatan Karanganyar. Ia menyoroti kualitas dan kapasitas rekanan yang kinerjanya terbilang sangat lamban itu.

“Sangat disayangkan proyek segitu besarnya, pengerjaan molor sangat jauh. Kalau molor lama, kasihan warga yang harusnya bisa segera menikmati hasil pembangunan akhirnya harus jadi korban tertunda kemanfaatannya. Kami berharap rekanan bisa mempercepat pengerjaan dan kalau tak bisa selesai sesuai kontrak, ya dinas harus tegas memberi sanksi denda sesuai ketentuan,” tandasnya.

Terpisah, pihak DPU Sragen belum bisa dimintai komentar perihal pengerjaan Jembatan Karanganyar yang menuai sorotan tersebut. Wardoyo

Loading...