loading...
Loading...
Puluhan Napi dan petugas LP Sragen saat mengecat pagar Masjid Raya Sragen dalam giat baksos Jumat (19/10/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Manajemen Lapas Sragen terus menggencarkan gerakan reformasi. Tak hanya pembenahan di jajaran internal petugas, pembenahan juga terus dilakukan untuk kalangan napi.

Seperti Jumat (19/10/2018) pagi, sebanyak 15 napi yang masuk masa asimilasi dikerahkan untuk melakukan aksi bakti sosial membersihkan Masjid Raya Al Falah Sragen. Bersama 15 petugas Lapas, mereka dikaryakan untuk berbuat sosial membersihkan lingkungan dan mengecat pagar masjid terbesar di Sragen kota tersebut.

Tak ada sekat, napi dan petugas pagi itu membaur melaksanakan kerjabhakti. Bahkan Kalapas Sragen, Yosef “Suparman” Yembise turut terjun langsung membaur bekerjabakti.

“Hari ini ada 15 napi yang kita terjunkan melakukan bakti sosial membersihkan dan mengecat Masjid Raya Al Falah ini. Mereka adalah napi asimilasi yang sudah menjalani 2/3 masa tahanan dan dalam proses pembebasan bersyarat. Sengaja kita terjunkan ke masyarakat untuk bakti sosial berbakti kepada masyarakat sebagai bagian menebus kesalahan mereka,” ujar Yosef di sela kegiatan.

Menurut Kalapas kelahiran Papua itu, kegiatan baksos itu juga sebagai wahana mendekatkan serta membaurkan napi ke masyarakat. Sehingga ketika mereka bebas, sudah bisa diterima oleh masyarakat.

Baca Juga :  Sempat Memprihatinkan, 2 Siswa Korban Tragedi Ambruknya Aula SMKN 1 Miri Alami Gegar Otak. 3 Siswa Jalani Operasi Tulang Hari Ini

Selain itu, aksi baksos juga dimaksudkan untuk mengajarkan napi melakukan pertobatan dan kembali ke jalan yang benar. Menurutnya, aksi bersih lingkungan itu merupakan kelanjutan program yang sudah ia rintis sejak sebulan menjabat di Sragen.

Sebelumnya aksi bersih serupa juga sudah digelar di Masjid Pilangsari, DPRD, Alun-alun Sragen hingga lingkungan RSUD Sragen beberapa waktu lalu.

“Itu juga bagian menebus kesalahan mereka dengan berbakti dan berkontribusi untuk masyarakat. Makanya kita tunjukkan ke masyarakat, bahwa napi itu sebenarnya enggak jahat, tapi hanya tersesat. Mereka juga bisa kembali ke jalan yang benar. Kita selalu tanamkan bahwa tobat itu masih ada untuk manusia. Harapannya kalau keluar nanti, mereka bisa jadi pelopor kebersihan dan kebaikan di lingkungannya,” terang Yosef.

Kalapas Sragen, Yosef Suparman Yembise saat menyantap sarapan nasi bungkus bersama napi dan petugasnya seusai bersih-bersih masjid raya. Foto/Wardoyo

Salah satu napi, Cahya Nugraha (32) asal Kulonprogo DIY, yang ikut kegiatan baksos, mengaku senang bisa ditunjuk ikut baksos bersih-bersih masjid. Selain bisa melihat udara bebas, lewat baksos itu dirinya ingin kembali membaur dengan masyarakat dan menunjukkan siap kembali ke jalan yang benar.

Baca Juga :  Bawaslu Sragen Butuh 1.912 Personel Panwascam hingga PPS Untuk Pilkada Sragen 2020. Gaji Mulai Rp 400.000 Hingga Rp 1,250 Juta, Simak Jadwal Pendaftarannya! 

“Jadi nanti kalau keluar, sudah nggak kaget lagi. Apalagi selama 2,5 tahun di LP, keluarga nggak ada yang jenguk saya blas Mas. Saya kasus narkoba diputus 4 tahun 8 bulan. Ini sudah 2/3 masa hukuman dan sedang diajukan PB. Saya sudah ikut dua kali baksos, kemarin di LP lama. Senang lah bisa berbuat baik, saya sudah kapok,” akunya.

Kegiatan itu direspon positif takmir masjid Al Falah. Umar, pengelola masjid Al Falah mengaku diuntungkan dengan dibantu membersihkan masjid dan mengecat pagar. Selain itu, kegiatan baksos oleh napi yang digagas Kalapas, juga bagus untuk menyadarkan napi serta mendekatkan mereka dengan lingkungan masjid.

“Kita juga bisa menggambarkan ke mereka bagaimana keramahan masjid. Sehingga harapannya ketika mereka bebas, nanti tidak sungkan lagi dan sudah akrab dengan masjid. Mudah-mudahan, ” imbuh Umar. Wardoyo

 

Loading...