JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Tim Dosen UMS Bantu Permasalahan Teknologi Informasi SD dan SMP Muhammadiyah

Ilustrasi para guru yang dilatih menyelesaikan permasalahan teknologi informasi untuk kemajuan sekolahnya.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Para guru yang dilatih menyelesaikan permasalahan teknologi informasi untuk kemajuan sekolahnya.

SUKOHARJO-Tim dosen dari Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk mengaplikasikan teknologi informasi membantu mengatasi permasalahan teknologi informasi yang dihadapi oleh SD Muhammadiyah 16 Surakarta dan SMP Muhammadiyah 10 Surakarta.

Tim pendampingan pengabdian masyarakat tersebut diketuai oleh Heru Supriyono dari Prodi Teknik elektro Fakultas Teknik dengan anggota Muamaroh dari Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan UMS yang dalam pelaksanaannya juga melibatkan mahasiswa UMS. Pengabdian yang dilakukan merupakan skim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Kemenristekdikti tahun pelaksanaan 2018.

Menurut Heru Supriyono, kegiatan pengabdian pada masyarakat difokuskan pada aktifitas-aktifitas untuk membantu memberikan alternatif solusi mengatasi beberapa permasalahan di sekolah tersebut.

“Seperti permasalahan pengelolaan perpustakaan yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melayani peminjaman, pengembalian, pengecekan ketersediaan pustaka, pembuatan keterangan bebas pinjam dan pembuatan laporan rutin. Kemudian permasalahan pengelolaan pembayaran biaya sekolah meliputi lamanya waktu dan besarnya usaha yang dibutuhkan untuk pencatatan transaksi pembayaran, perekapan pembayaran, siswa dan status pembayarannya serta penerbitan keterangan bebas biaya,” ungkap Heru.

Selain itu mereka juga membantu memecahkan permasalahan dalam bidang pembelajaran yaitu kurang siapnya siswa dalam menghadapi UNBK. “Membantu juga mengatasi permasalahan dalam bidang promosi karea terbatasnya penyebaran informasi pengenalan sekolah kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga :  Masa Ta’aruf PMB UMS Catatkan Rekor Muri

Lalu, permasalahan dalam proses penerimaan siswa didik baru yaitu orang tua calon peserta didik baru tidak bisa mendaftarkan putera-puterinyanya dari jarak jauh apalagi saat jadwal sibuk. “Tim PKM dosen UMS menawarkan penerapan teknologi informasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut diatas meliputi.”

Adapun metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi beberapa hal. Di antaranya sosialisasi program kepada sekolah mitra, penyiapan template sistem, penyiapan template website, penyiapan data dan materi untuk sistem yang dibuat, instalasi sistem yang dibuat pada komputer, penyewaan hosting dan pembelian domain web sekolah, dan pelatihan kepada admin calon pengelola sistem.

Dikatakan Heru, teknologi informasi yang ditawarkan untuk diimplementasikan meliputi sistem informasi pengelolaan perpustakaan berbasis komputer dengan QR code sehingga staf perpustakaan tidak perlu melayani peminjaman, pengembalian, perpanjangan, dan perekapan buku secara manual dengan menulis pada kertas.

Lalu website sekolah yang memungkinkan menampilkan informasi, kegiatan dan prestasi sekolah secara online sehingga dapat diakses menggunakan semua media baik komputer, telepon pintar, maupun komputer tablet dari manapun selama ada akses internet.

Baca Juga :  KKN Kreatif di Masa Pandemi, Mahasiswi UNS asal Sragen Ini Gencarkan Sosialisasi, Baksos Hingga Pasang MMT Cegah Covid di Kampung Sendiri. Tokoh Masyarakat Pun Sampaikan Apresiasi

“Termasuk sistem latihan ujian nasional berbasis komputer, dan sistem pengelolaan pembayaran biaya sekolah berbasis komputer,” katanya.

Dalam penyusunan sistem informasi, lanjutnya, tim dosen PKM dari UMS selalu melibatkan sekolah mitra sebagai calon pengguna dan juga sekaligus sebagai expert user. Bentuk pelibatannya adalah guru sekolah mitra memberikan masukan fitur apa yang perlu untuk ditambahkan. Tim pelaksana PKM kemudian akan memperbaiki sistem informasi sesuai dengan hasil evaluasi oleh mitra tersebut.

“Setelah sistem informasi siap maka proses selanjutnya adalah pelatihan kepada pengelola sistem yang ditunjuk oleh sekolah mitra. Untuk sistem informasi pengelolaan perpustakaan, pelatihan diberikan kepada guru yang ditunjuk untuk mengelola perpustakaan,” katanya.

Adapun materi pelatihan meliputi proses instalasi perangkat lunak pendukung yang dibutuhkan, proses instalasi dan konfigurasi sistem informasi, penggunaan sistem sebagai pengguna biasa, penggunaan sistem sebagai pengelola (administrator).

“Pelatihan dilakukan dengan cara meminta guru atau karyawan langsung praktek mengikuti langkah-langkah yang diajarkan oleh instruktur sehingga guru atau karyawan langsung mempunyai kemampuan praktis, tidak hanya secara teoritis. Tim pelaksana PKM UMS juga menyediakan panduan untuk semua sistem informasi yang diaplikasikan,” ujarnya.(Triawati Purwanto)