loading...
Loading...
Warga beramai – ramai memadati lokasi dump truk yang terperosok dan terguling di jalan kabupaten di Desa Karungan, Plupuh yang kini rusak parah dan dipenuhi banyak lubang. Sumber Foto/ FB

 

SRAGEN- Anggaran pembangunan infrastruktur di APBD 2019 dilaporkan bakal terjun bebas dari tahun sebelumnya. Tak hanya minim, anggaran untuk pembangunan jalan yang pertahun biasanya dialokasikan ratusan miliar kali kini diwacanakan hanya akan diplot Rp 12 miliar.

Wacana anggaran pembangunan infrastruktur di 2019 yang dinilai tak lazim itu, sontak menuai sorotan keras dari kalangan legislatif dan masyarakat.

Fakta itu disampaikan anggota Komisi III DPRD Sragen, Mualim Sugiyono. Ia menyampaikan dari drat RAPBD 2019 yang saat ini dalam pembahasan, alokasi pembangunan infrasturktur menunjukkan angka sangat tak wajar.

Dari angka APDB Rp 2 trilyun lebih, anggaran untuk pembangunan di DPU-PR hanya diajukan Rp 12 miliar saja.

“Sangat memprihatinkan, tajun 2019 anggaran pembangunan hanya dipacak Rp 12 miliar. DPU hanya akan bangun satu Jembatan di Masaran dan dua ruas jalan saja. Ini kebijakan bagaimana, padahal realitanya masih banyak jalan dan jembatan yang rusak dan mendesak diperbaiki,” paparnya Senin (8/10/2018).

Baca Juga :  Mubes ke- VIII MKGR Diwarnai Aksi Protes. Ditolak Masuk, Sejumlah Pengurus DPD dan DPC Tuding Mubes Tidak Sah dan Langgar AD/ART! 

Ia memandang kebijakan anggaran infrastruktur hanya Rp 12 miliar itu perlu dikaji ulang. Sebab selain masih banyak infrastruktur yang rusak, pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu visi misi prioritas yang digembar-gemborkan pemerintahan Yuni-Dedy.

Bahkan, Mualim menyebut hingga tahun ketiga pemerintahan, masih banyak jalan rusak dan menunggu perbaikan. Sementara, program penuntasan jalan sempat dijanjikan tuntas dalam dua tahun.

“Kalau boleh dibilang, bupati kan sudah gagal melaksanakan visi misi dua tahun infrastruktur tuntas. Meski dua tahun belum tuntas, ya mestinya tahun berikutnya malah dikebut biar menutupi kegagalan dan memenuhi janji penuntasan infrastruktur. Lha ini kok malah anggarannya hanya Rp 12 miliar, padahal biasanya anggaran infrastruktur selalu di atas Rp 200 miliar. Jangan sampai masyarakat marah karena APBD Rp 2 trilyun lebih, yang untuk mbangun jalan hanya Rp 12 miliar,” jelasnya.

Baca Juga :  Misteri Tabrak Lari Tewaskan 2 Pemotor di Ngrampal Sragen Masih Gelap. Polisi Sebut Minimnya Saksi Jadi Kendala 
Salah satu postingan jalan rusak di Tunggul-Tegalrejo Gondang yang rusak parah di Grup KWS dua hari lalu. Foto /Wardoyo

Mualim menyebut meski sering diklaim perbaikan jalan sudah hampir tuntas, fakta di lapangan masih banyak jalan yang rusak parah. Ia mencontohkan di wilayah Sragen Utara masih banyak jalan kabupaten yang rusak parah.

Seperti Srawung-Galeh, kelanjutan Dadapan-Suwatu, Kalikobok-Tanon, dan sejumlah ruas jalan lainnya.

Kemudian pembangunan jembatan juga masih banyak dinanti seperti jembatan di Trombol, Mondokan yang belasan tahun hanya jembatan sesek bambu dan memprihatinkan. Lantas di wilayah lain seperti di Gondang, ada jalan Tunggul-Tegalrejo yang hancur sejak 3 tahun terakhir dan banyak mengakibatkan kecelakaan saking rusaknya.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan alokasi infrastruktur di 2019 hanya dialokasikan Rp 12 miliar. Menurutnya anggaran itu diajukan oleh DPU-PR dan sementara yang disetujui bupati hanya di angka itu.

“Tapi kan masih dalam proses pembahasan,” kata dia. Wardoyo

 

Loading...