loading...
Loading...
ilustrasi/tribunnews

MAGELANG – Memasuki musim penghujan tahun 2018 ini, bencana longsor dan angin kencang  terjadi di Kabupaten Magelang. Dalam tiga pekan terakhir, tercatat telah terjadi lima bencana angin kencang dan 16 bencana tanah longsor yang terjadi.

Seperti bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Secang, Kecamatan Kajoran, Kecamatan Salaman, Kecamatan Mertoyudan, Kecamatan Bandongan, Kecamatan Sawangan, dan Kecamatan Ngablak.

Sementara beberapa desa yang terdampak seperti desa  Pirikan, Bumiayu, Kalisalak, Krinjing, Mertoyudan, Sidosari, Margoyoso, Sambak, Lesanpuro, Ngepanrejo, Podosoko, Ngampeldento, Kanigoro, dan Margoyoso.

Untuk angin kencang terjadi di sebanyak sekali di Kecamatan Secang, Kecamatan Tegalrejo sebanyak satu kali, dan Kecamatan Salaman sebanyak tiga kali kejadian. Desa yang terdampak yakni Desa Donomulyo, Kebonagung, Ngadirejo, Krasak, dan Sidosari.

“Saat ini telah terjadi 16 longsor yang mengakibatkan kerusakan rumah milik warga, serta menutup akses jalan. Disamping itu, juga terjadi 5 bencana hujan angin yang melanda di Kecamatan Secang, Tegalrejo, dan Salaman,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto pada Tribunjogja.com, Jumat (16/11/2018).

Baca Juga :  Penutupan Lokalisasi Gambilangu (GBL), Sejumlah PSK Telah Berkemas Sejak Kemarin

Edi mengatakan, bencana yang terjadi tersebut mengakibatkan dampak kerusakan. Dampak bencana yang terjadi dari mulai kerusakan rumah, kerusakan talud atau saluran irigasi, sampai dengan tertutupnya akses jalan akibat tanah longsor.

“Sebagian besar bencana mengakibatkan kerusakan ringan pada rumah warga. Banyak juga yang menutup akses jalan, tetapi langsung dilaksanakan penanganan sehingga jalan dapat dilalui kembali,” katanya.

Edy mengatakan, titik-titik rawan longsor tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Magelang. Sebagian besar di kawasan Bukit Menoreh, lereng Sumbing, Kecamatan Borobudur, dan Salaman.

Dari data tahun 2017, jumlah longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Magelang sendiri sebanyak 231 kali, dan 27 kali bencana angin kencang.

Baca Juga :  Alap-alap Helm di Parkiran RSUD Ditangkap Polisi. Mengaku Sudah Sebanyak Ini Beraksi

“Korban jiwa tidak ada, hanya ada pada saat terjadi bencana banjir dan longsor di wilayah Grabag beberapa waktu lalu, yang menelan korban meninggal,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Magelang sendiri mencatat terdapat 352 kejadian bencana yang terjadi di Kabupaten Magelang selama tahun 2018 ini. Bencana tanah longsor dan angin kencang menjadi ancaman serius karena paling banyak terjadi.

Lanjut Edi, pihaknya pun telah melaksanakan rapat koordinasi terkait kesiapsiagaan untuk menghadapi musim penghujan tahun 2018. Potensi bencana alam masih berpotensi terjadi pada masa tersebut.

“Forum komunikasi pun perlu dibentuk agar koordinasi terus berjalan, dengan begitu risiko bencana khususnya di wilayah Kabupaten Magelang dapat berkurang,” ujarnya.

Salah satu upaya yang juga dilakukan adalah dengan mencoba mengaktifkan OPRB di tingkat Desa. Melalui penggerakan OPRB maka kesiapsiagaan desa dapat meningkat.  

www.tribunnews.com

Loading...