loading...
Loading...
Pebecak motor yang melakukan aksi unjuk rasa meninggalkan ratusan becak motor sebagai alat mencari nafkah mereka di halaman kantor Gubernur DIY, kompleks Kepatihan, Selasa (24/9/2018). Tribunnews

JOGJA – Kini Kota Yogyakartea telah memiliki Perda tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Anggota Pansus Transportasi Lokal DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto, menngatakan bahwa Perda tersebut mengatur beberapa aspek penting dan mendesak yang dibutuhkan masyarakat Kota Yogyakarta.

“Raperda yang merupakan inisiatif DPRD ini mempunyai proyeksi ke depan yaitu dengan memberikan payung hukum bagi keberadaan MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) sebagai sarana transportasi yang menjanjikan kenyamanan dan manusiawi bagi penduduk Kota Yogyakarta,” ujarnya, Sabtu (17/11/2018).

Baca Juga :  Semua Rangkaian Perayaan Sekaten Keraton Yogyakarta Terbuka untuk Masyarakat Umum, Warga Antusias Saksikan Upacara Tumplak Wajik

Ia menuturkan bahwa disebutkan dalam pasal 17 ayat 1 yakni pelayanan angkutan orang dengan kendaraan umum dalam trayek sebagaimana dimaksud dalan ayat 16 huruf a berupa angkutan kota dan angkutan umum massal lainnya.

Dalam penjelasan pasal tersebut, diungkapkan yang dimaksud dengan angkutan umum massal lainnya adalah angkutan umum yang mengangkut penumpang dalam jumlah banyak dan tidak berbasis jalan raya.

Baca Juga :  120 Mobil VW Tampil di Jogja VW Festival 2019, Termasuk dari Jepang dan Belgia

“Selain mengatur angkutan umum seperti yang sudah disebutkan, Perda ini juga menegaskan pelarangan operasional Betor (becak motor) di Kota Yogyakarta,” tegasnya.

Fokki menuturkan, hal itu sesuai dengan Bab IV pasal 10 yang dinyatakan dengan tegas bahwa angkutan orang atau barang menggunakan kendaraan bermotor adalah sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus dan mobil barang.

“Artinya betor tidak masuk kategori angkutan penumpang atau barang. Dan ada sanksi bagi yang melanggar yakni pidana 3 bulan atau denda Rp10 juta,” terangnya.

Baca Juga :  Ini Dia Warung Soto yang Lagi Viral ! Makan Soto Sambil Digelitiki Ribuan Ikan

Ia berharap ke depannya dengan adanya Perda tersebut maka wajah Kota Yogyakarta semakin beradab dan nyaman huni dengan adanya transportasi massal yang nyaman dan manusiawi.

“Akhirnya setelah melalui pembahasan yang panjang dan telah melalui tahap fasilitasi dari Pemerintah DIY, Perda tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dam Angkutan Jalan telah dapat diselesaikan dengan baik,” bebernya.

www.tribunnews.com

Loading...