JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Kapolda Jateng Sebut Perhari 8-9 Warga Jateng Meninggal di Jalan Raya. Berharap Semua Polres Punya Satpas 

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono seusai meresmikan Gedung Satpas Polres Kudus. Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono seusai meresmikan Gedung Satpas Polres Kudus. Foto/Humas Polda

SEMARANG- Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono mewacanakan semua Polres di Jateng bisa membangun gedung Satuan Penyelenggaraan Adminitrasi SIM (Satpas) Prototipe. Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan pelayanan masyarakat dan menekan angka kecelakaan di jalan raya wilayah Jateng yang tiap hari menelan 8-9 korban tewas.

Hal itu disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono saat meresmikan kantor Satpas Prototipe di Kudus kemarin. Ia mengatakan tidak hanya memiliki Satpas SIM Prototipe saja, Polres Kudus juga menjadi Prototipe.

Hal tersebut dikarenakan tidak ada gedung Polres Sejawa Tengah yang semegah gedung baru Polres Kudus.

Baca Juga :  Gerakan Sehari Tanpa Nasi Berkumandang di Kota Salatiga

“Dengan gedung semegah ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan,” ujar Kapolda.

Gedung Satpas SIM yang baru diresmikan ini adalah sesuai dengan kritieria pelayanan Polri. Mulai dari pendaftaran seperti perbankan. Dengan demikian masyarakat akan lebih mudah dalam pembuatan SIM.

“Mudah-mudahan Satpas Prototipe dapat menekan kecelakan akibat pengguna jalan atau pun karena disebabkan kurangnya ketrampilan jalan,”jelasnya.

Ia mengatakan, kedepan ia mengaku akan mendorong Satpas Polres – Polres yang ada di Jawa Tengah untuk menjadi Prototipe. Saat ini ada beberapa Polres di Jawa Tengah yang memiliki Satpas Prototipe.

Baca Juga :  Kisah Perjuangan Sekretaris MUI Jateng Sembuh dari Covid-19, Selama Karantina Rajin Konsumsi Sari Tebu dan Air Zam-zam

Diantaranya Polresta Solo, Polres Banyumas, Polres Kudus, kemudian akhir tahun ada polres Grobogan, dan tahun depan ada Polres Blora dan Jepara.

“Dengan begitu ke depannya angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah semoga mengalami penurunan. Karena setiap hari di Indonesia rata-rata 88 orang meninggal dunia. Kemudian di Jawa Tengah rata-rata ada 8-9 orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas,” katanya. Wardoyo