JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Buntut Tampang Boyolali Makin Panas. Dituding Menggoreng Isu, PSI Dukung  Warga Boyolali Laporkan Prabowo

Prabowo Subianto. tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Prabowo Subianto. tempo.co

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengatakan partainya mendukung langkah orang-orang yang melaporkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal wajah Boyolali. Terminologi wajah Boyolali ini muncul saat Prabowo kampanye di salah satu Kabupaten di Jawa Tengah itu pada 31 oktober 2018.

Menurut Antoni, sangat tidak layak jika seorang pemimpin mempermainkan rakyat dan menjadikan rakyat sebagai bahan olok-olakan.

“Tentu kami mendukung pelaporan terhadap Prabowo. Kami konsisten menegaskan keadilan,” kata Raja Juli saat dihubungi Minggu (4/11/2018).

Baca Juga :  Peserta Kartu Prakerja Berani Palsukan Identitas, Bisa Ditutut

Sebelumnya, Prabowo dilaporkan ke polisi oleh seorang warga asal Boyolali bernama Dakun. Prabowo dilaporkan karena diduga menyinggung salah satu kelompok masyarakat. Langkah tersebut sepenuhnya didukung oleh PSI.

Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade menuding, orang PSI yang sengaja menggoreng ucapan Prabowo tersebut. Andre menuding PSI hanya mencari sensasi.

“Video di Boyolali Pak Prabowo itu digoreng oleh orang PSI. Penggorengnya namamya Tsamara,” kata Andre kepada Tempo saat dihubungi Jumat malam.

Baca Juga :  AHY Bermanufer untuk Mendekat ke Kabinet, Pengamat: Langkah Sia-sia

Andre menilai Tsamara Amany yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat PSI sengaja menggiring isu tentang ujaran capres nomor urut 02 itu sebagai bentuk penyerangan. Andre juga menilai PSI menggencarkan modus menumpang tenar.

“Karena PSI masih parnoko alias partai nol koma,” kata Andre.

Antoni membantah tudingan PSI menggoreng isu wajah Boyolali yang dilontarkan Prabowo.

“PSI tidak pernah berniat goreng-menggoreng politik. Sebagi partai baru, kami sekedar berusaha konsisten untuk menyuarakan kebenaran,” ujar Antoni.

www.tempo.co