JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Nekat Surati Presiden. Kelulusan Minim, Hanya 121 Peserta Lolos CAT CPNS di Sragen

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan sudah mengirim surat ke Presiden RI, Joko Widodo. Surat dilayangkan terkait minimnya kelulusan peserta seleksi CAT CPNS 2018.

Di Sragen, hanya 121 pelamar yang memenuhi nilai passing grade pada tahap ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) beberapa waktu lalu.

“Kita sudah kirim surat ke Pak Presiden. Untuk minta kebijakan terkait penilaian seleksi CPNS. Tapi belum dijawab,” paparnya ditemui di sela kunjungan ke warga Tlogotirto Sumberlawang, Rabu (21/11/2018).

Baca Juga :  Sragen Masih Zona Kuning Covid-19, Hari Pertama Masuk Sekolah Hanya Berlaku Untuk Siswa Baru Saja. Jumlah Siswa Dibatasi, Sebelum Masuk Diperiksa Ketat

Yuni menguraikan surat ke Presiden dilayangkan lantaran laporan dari Kepala BKPP Sragen, jumlah pelamar CPNS yang lolos seleksi SKD hanya 121 orang. Padahal kuota yang disediakan untuk Sragen sebanyak 505 orang.

Bupati Yuni menguraikan keinginan Pemkab Sragen yang disampaikan melalui surat itu adalah agar ketentuan passing grade tidak perlu per komponen nilai. Akan tetapi dihitung melalui skor akumulatif minimal saja.

Hal itu diusulkan mengingat banyak peserta yang nilainya tinggi namun gagal lolos karena ada nilai tertentu yang dibawah passing grade.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo Seorang Warga Sragen Tewas, Sopir Diduga Tak Sadar Truknya Kesenggol, Ini Kronologi Versi Polisi

“Untuk apa dipassing grade, kalau satu komponen tidak terpenuhi akhirnya tidak bisa lolos,” urainya.

Ia juga berharap ke depan pemerintah pusat harus memiliki metode penilaian yang lain. Sehingga jumlah peserta yang lolos juga memenuhi kuota yang disediakan.

“Dari 505 kuota kita, yang terpenuhi kan hanya sedikit. Padahal biaya yang dikeluarkan untuk menggelar rekrutmen itu kan sedemikian besar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pertimbangan pemerintah pusat,” paparnya. Wardoyo