loading...
Loading...
Kobaran api yang membakar mesin genset di GOR Diponegoro Sragen, Rabu (14/11/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kebakaran mesin genset di lokasi GOR Diponegoro Sragen tempat berlangsungnya tes CPNS, Rabu (14/11/2018) sore benar-benar mengejutkan. Pasalnya kondisi cuaca sempat mendung bahkan sebelumnya di wilayah kota sempat diguyur hujan.

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menuturkan sebelum mesin genset berkapasitas 250 KVA itu terbakar, sempat didahului beberapa kali ledakan.

“Saya pas di dalam kantin. Tiba-tiba dengar ada suara-suara ledakan keras beberapa kali. Saya lari keluar, sudah lihat genset penuh kepulan asap dan kobaran api besar. Semua yang ada di sini langsung panik semua dan berhamburan lari,” ujar Pipik (40) pengelola kantin GOR Diponegoro yang berada persis di depan genset.

Mesin genset yang terbakar itu adalah milik CV Triarga Kencana yang ditunjuk oleh Panitia Seleksi CPNS dari Pemprov Jateng.

Pipik menguraikan setelah api berkobar, orang-orang dan petugas di sekitar lokasi berupaya menyingkirkan mobil dan motor yang diparkir di sekitar genset. Saat kebakaran terjadi, di dalam GOR tengah berlangsung ujian CAT CPNS untuk Kabupaten Grobogan.

Baca Juga :  Bambang Resmi Daftar Cawabup, Pengamat Sebut Bisa Goyahkan Peta Politik Pilkada Sragen. Sinyal PDIP Usung Cabup-Cawabup Sendiri? 

Saksi lain, Supri (55) pemilik kantin di sebelah timur lokasi genset mengungkapkan ada sekitar empat mobil yang terpakir di dekat genset namun berhasil diselamatkan dari kobaran api. Pun dengan deretan motor peserta juga berhasil dievakuasi.

Ia memastikan tak ada korban jiwa atau kendaraan yang terbakar. Tak lama berselang, tim pemadam kebakaran dari Sragen langsung terjun menjinakkan api.

Selang 30 menit, api berhasil dipadamkan. Operator genset, Arif Setiawan mengungkapkan genset hangus terbakar dan tidak lagi bisa digunakan. Ia menduga genset terbakar karena korsleting dari dalam.

Akibat kebakaran itu, AC di ruangan dalam GOR Diponegoro yang digunakan untuk tes CPNS, mati. Namun ia memastikan untuk listrik komputer dan ruangan, tetap menyala karena disuplai dari PLN.

“Kerugian sekitar Rp 450 juta,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Grobogan, Padma Saputra menyampaikan saat insiden genset terbakar, di dalam GOR tengah berlangsung ujian CAT sesi keempat. Namun ia memastikan hal itu tak berpengaruh pada pelaksanaan ujian sampai berakhirnya sesi keempat sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga :  Fakta Menarik di Balik Aksi Julik Sopir Pencuri Motor RX King di Tanon Sragen. Permak Habis Bodi Hingga Rubah Noka Nosin, Tapi Terbongkar Juga 

“Peserta di dalam memang enggak ada yang tahu. Sama sekali tidak terpengaruh. Karena listrik untuk komputer dan di dalam GOR semua pakainya dari PLN. Soal AC mati, peserta juga nggak terpengaruh karena kebetulan cuaca mendung jadi agak sejuk juga,” paparnya ditemui di GOR Diponegoro, Rabu (14/11/2018) petang. Wardoyo

 

Loading...