23.8 C
Surakarta
Senin, 18 November 2019
JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional Faisal Basri: Utang Pemerintah Bikin Rupiah Menguat

Faisal Basri: Utang Pemerintah Bikin Rupiah Menguat

- Advertisement -

loading...
Loading...

ilustrasi

JAKARTA-Kebijakan pemerintah untuk menarik utang ternyata berdampak pada menguatnya rupiah dalam beberapa pekan terakhir ini.

Demikian dilontarkan oleh ekonom Faisal Basri dalam seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia 2019 bertajuk ‘Adu Strategi Hadapi Perang Dagang’ di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018).

Menurut Faisal, kebijakan pemerintah untuk menarik utang tersebut kemudian menyebabkan dolar Amerika Serikat masuk, sehingga memperkuat likuiditas di dalam negeri.

“Karena itu rupiah membaik itu bukan karena darah keringat pemerintah tapi karena utang,” katanya.

Adapun, nilai tukar rupiah tercatat terus menguat selama tiga pekan terakhir. Pada Oktober 2018 kemarin nilai tukar sempat menyentuh angka Rp 15.000 per dolar AS. Sedangkan, pada pekan ini rupiah terus-terusan menguat di angka Rp 14.400-14.500 per dolar AS.

Baca Juga :  Pendiri NasDem: Partai Ini Telah Melenceng dari Tujuan Awal
Baca Juga :  Beda Pendapat dengan Edhy Prabowo Soal Kapal Sitaan, Luhut: Kalau Perlu Ditenggelamin ya Ditenggelamin

Merujuk pada Kurs Refensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR berada di angka Rp 14.535 per dolar AS. Sedangkan di pasar sekunder, rupiah diperdagangkan pada level Rp 14.516 per dolar AS.

Faisal menjelaskan bahwa hal ini bisa dilihat dari masuknya dolar lewat tiga instrumen. Pertama adalah foreign direct investment atau investasi langsung luar negeri, kedua dari portofolio dan ketiga dan other investment atau investasi lain. Adapun investasi lain ini, terdiri dari penarikan utang baru sehingga dolar AS masuk dan pencicilan utang sehingga dolar keluar.

Baca Juga :  Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak Pengadilan

Dalam konteks ini, kata Faisal, pemerintah telah melakukan penarikan utang lebih banyak. Misalnya pemerintah mendapat utang dari Bank Dunia untuk melakukan pembangunan kembali daerah bencana di Lombok maupun Sulawesi Tenggara. Belum lagi, Asian Development Bank yang juga ikut mengeluarkan dana pinjaman untuk pemulihan pasca bencana ke Indonesia.

Baca Juga :  Beda Pendapat dengan Edhy Prabowo Soal Kapal Sitaan, Luhut: Kalau Perlu Ditenggelamin ya Ditenggelamin
Baca Juga :  Gugatan Praperadilan Imam Nahrawi Ditolak Pengadilan

“Jadi karena narik utangnya lebih banyak makanya ikut membantu nilai tukar rupiah,” kata Faisal.

Hal itu kata Faisal juga didukung dengan terus melambatnya adanya investasi luar negeri ke Indonesia. Padahal hal inilah yang seharusnya bisa mendatangkan dolar AS sehingga ikut membantu penguatan rupiah dan menambah likuiditas yang ada.

Karena itu, ke depan penguatan rupiah ini hanya bersifat sementara. Pada tahun depan, ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di atas level Rp 15.000 per dolar AS.

www.tempo.co

 

Loading...

Kontak Informasi Joglosemarnews.com :
Redaksi : [email protected]
Promosi : [email protected]
Kontak : [email protected]

- Advertisment -

Most Popular

Penyakit Jantung Kumat, Batik Air Terpaksa Mendarat Darurat di El Tari

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM - Gara-gara pilot pingsan mendadak, pesawat Batik Air seri A- 320 dengan Nomor penerbangan ID 6548 tujuan Jakarta-Kupang melakukan pendaratan darurat di Bandara El-Tari...

Pengedar Pil Koplo Asal Karang Jompo Digerebek Polisi. Diamankan Pil Jenis Riklona dan Aprazolam 

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Satuan Reserse dan Narkoba, Polres Pekalongan Kota berhasil mengungkap kasus kepemilikan obat psikotropika jenis Riklona dan Alprazolam. Polisi membekuk pengedar muda berinisial MB...

Rumah 29.725 Keluarga di Karanganyar Ditempeli Stiker Miskin. Yang Sudah Tidak Miskin Diminta Menghubungi Petugas! 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Pemerintah pusat mengakui jumlah keluarga penerima program keluarga harapan (PKH) yang mentas dari status miskin tahun ini jauh dari target. Sementara, hingga...

Recent Comments