loading...
Loading...
Evakuasi korban Surabaya Membara. Foto/Tempo.co

SURABAYA – Tragedi drama kolosal Surabaya Membara yang menewaskan tiga orang di Surabaya menghadirkan mimpi kelam bagi Harijanto. Pikirannya kalut ketika mendengar insiden buruk yang terjadi di tengah pementasan drama Surabaya Memabara dalam rangka peringatan Hari Pahlawan.

“Anak saya selepas maghrib tadi pamit mau nonton drama Surabaya Membara di Tugu Pahlawan,” kata Harijanto, Sabtu (10/11/2018) dini hari.

Dia bergegas mencari keberadaan anak terakhir dari tiga bersaudara itu setelah menerima kabar terjadi insiden di viaduk rel kereta api yang menewaskan tiga orang penonton Surabaya Membara.

Firasat tidak enak melanda Harijanto ketika dia mendapat informasi bahwa ada jenazah yang belum teridentifikasi di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya.

Baca Juga :  Bus Rombongan Guru TK Tulungagung Alami Kecelakaan, Terperosok ke Kali Judel Blitar, 5 orang Tewas

Polisi yang mengevakuasi jenazah tersebut menyebutnya sebagai Mr. X karena tidak ada identitas.

Benar saja, Harijanto seperti menelan pil pahit ketika tiba di RSUD Dr. Soetomo. Jenazah Mr. X itu tidak lain adalah sang anak, Helmi Surowijaya yang berusia 16 tahun.

“Ini baru pertama kalinya anak saya nonton drama kolosal Surabaya Membara di Tugu Pahlawan. Dia nonton sendirian,” kata Harijanto.

Pementasan Surabaya Membara merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Pahlawan di Kota Surabaya. Pementasan malam itu merupakan yang kedelapan kalinya digelar selama beberapa tahun terakhir. Dalam insiden ini, tiga orang tewas sementara dua puluh orang lainnya luka-luka.

Baca Juga :  Menristek: Dana Riset Tahun 2020 Sekitar Rp 30 T

www.tempo.co

Loading...