loading...
Loading...
Kalapas Sragen, Yosef Benyamin Yembise berbaur bersama napi dan karyawan dalam acara Gathering of Heroes di Aula Lapas Sragen, Sabtu (10/11/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Momentum peringatan Hari Pahlawan diperingati secara berbeda di Lapas Kelas II A Sragen. Tak hanya bakti sosial membersihkan Taman Makam Pahlawan, ratusan warna binaan (napi) juga diajak untuk berkumpul menyanyikan lagu kebangsaan dan mengenang jasa para pahlawan.

Kegiatan itu dikemas dalam agenda “Gathering of Heroes” yang digelar di Aula Lapas Sragen, Sabtu (10/11/2018). Ratusan napi dari berbagai blok bersama staff dan pegawai Lapas berbaur dengan Kalapas mengikuti acara tersebut.

Baca Juga :  Ribuan Warga Jadi Saksi HUT Kelima HRS Music dan Pertemuan Paseduluran Kades 2013-2019 di Tegalrejo Gondang. Bupati, Hingga DPRD Beri Apresiasi 

Dipimpin Kalapas Yosef Benyamin Yembise, napi diajak untuk mengingat perjuangan para pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan. Sebagai penegas, mereka juga diajak menyanyikan lagu-lagu nasional.

Kalapas mengungkapkan kegiatan Gathering of Heroes itu digelar secara serentak di seluruh UPT Kementerian Hukum dan HAM lewat teleconference.

Ratusan napi saat dibimbing menyanyi lagu kebangsaan dan lagu nasional secara serempak. Foto/Wardoyo

Kegiatan itu ditujukan untuk menggugah semangat nasionalisme di kalangan keluarga Lapas mulai dari napi, pegawai hingga semua elemen yang ada.

Baca Juga :  Parah, Belasan Pelajar SMK dan SMP di Sragen Digerebek Saat Mbolos dan Joget-Joget. Bikin Resah Warga,  Sebagian Kocar-Kacir Melarikan Diri 

“Dengan mengingat para pahlawan, setidaknya akan membangun kesadaran bagi semua untuk memiliki jiwa nasionalisme dan jiwa seperti pahlawan. Sehingga semua warga binaan bisa mempunyai semangat baru untuk hidup lebih baik. Harapan akhirnya mereka nantinya bisa memberikan kontribusi positif pada masyarakat sesuai dengan tujuan Pemasyarakatan yaitu re-integrasi sosial,” ujar Kalapas kelahiran Papua itu, seusai acara.

Di bagian akhir, Yosef mengajak seluruh petugas, warga Binaan dan masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Pahlawan sebagai momentum untuk bersatu padu dalam kebhinekaan. Lebih spesifik lagi, semua diharapkan bisa memberikan kontribusi positif untuk kerja yang nyata di masyarakat dan secara khusus di Lapas Sragen.

Baca Juga :  Fakta Miris, 60 % Emak-emak di Desa Terpencil Sragen Didera Gangguan Tulang Saking Beratnya Beban Kerjaan. Pengobatan Gratis Polres Langsung Diserbu, Nenek 101 Tahun Sampai Ikut Antri

“Pahlawan dulu berjuang untuk merebut kemerdekaan, kalau sekarang kita tinggal melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan. Caranya dengan memberikan kontribusi terbaik yang kita miliki untuk masyarakat bangsa dan negara ini. Itulah makna pahlawan yang sesungguhnya,” tandasnya. Wardoyo

 

Loading...