loading...


Jalan raya Karanglewas-Purwokerto mendadak macet, Senin sore (19/11). Sungai Logawa Banyumas berubah warna jadi merah darah. Foto: Tribunjateng
 

BANYUMAS – Masyarakat Karanglewas Purwokerto digegerkan dengan warna air sungai Logawa berubah menjadi merah darah, Senin sore (19/11/2018).

Jalan raya Karanglewas-Purwokerto sampai macet karena banyaknya pemakai jalan yang menepikan kendaraannya dan turun ke sungai untuk menyaksikan peristiwa tersebut.

Warga melihat keanehan pada kondisi air sungai Logawa hingga membuat mereka penasaran. Sungai yang berhulu di lereng Gunung Slamet itu mendadak menjadi merah seperti warna darah.

“Sampai macet karena banyak yang mau melihat air sungai merah,”kata Agus Setiawan Ketua ORARI Banyumas

Baca Juga :  Ngebut dan Gasak Pohon, ABG Cantik Ditemukan Tewas Mengenaskan. Satu Temannya Kritis

Fenomena itu tak ayal menimbulkan tanda tanya. Banyak yang mempertanyakan penyebab air sungai berubah warna menjadi merah darah.

Ada yang menduga perubahan warna air sungai itu karena limbah tekstil. Tetapi rupanya tidak ada pabrik tekstil di komplek tersebut.

Di lain sisi, Agus yakin warna merah pada air sungai itu bukan karena tumpahan darah meski warnanya mirip.

“Kalau darah kan berat ya, ini tidak,”katanya

Perlahan, misteri itu mulai terungkap. Warga menemukan bungkus pewarna atau cat di sekitar sungai yang memerah.

Baca Juga :  Tahun 2025 Karyawan BPR Akan Didominasi Generasi Melenial

Bungkus itu juga tertulis Sunset Yellow yang menunjukkan jenis pewarna tersebut. Penelusuran dari Wikipedia, Sunset Yellow merupakan zat pewarna sintetik yang dapat digunakan sebagai pewarna makanan, kosmetik dan medikasi.

Untuk sementara, pewarna itulah yang diduga menyebabkan air sungai Logawa memerah. Diduga ada orang yang membuang pewarna ke sungai Logawa sehingga menimbulkan pencemaran.

Terlebih di area tersebut tidak ada pabrik tekstil yang memungkinkan adanya pencemaran limbah pewarna tekstil.

Baca Juga :  Gudang Penimbunan 2 Ton Phonska Bersubdisi Digerebek Polisi. Wanita Pemiliknya Dibekuk, Pupuk Dijual Keluar Daerah

www.tribunnews.com

Loading...