loading...
Loading...
Ilustrasi

Diabetes sebenarnya merupakan penyakit tidak menular, namun penyakit ini merupakan penyakit yang membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya.

Dilansir dari Boldsky, tercatat ada lebih dari 500 juta orang di dunia yang menderita penyakit diabetes. Berubahnya zaman dan mobilitas hidup yang semakin tinggi membuat orang terkadang lupa untuk menjaga asupan makanan Anda. Mengkonsumsi makanan yang mengandung gula terus-menerus tidak menutup kemungkinan membuat Anda dapat terkena penyakit diabetes.

Berikut ini adalah delapan bahaya diabetes bagi tubuh:

  1. Diabetes dapat merusak pembuluh darah Anda.

Gula darah tinggi diketahui dapat merusak elastisitas pembuluh darah, menyebabkan pembuluh darah  menyempit dari waktu ke waktu.

Hal ini dapat menyebabkan komplikasi makrovaskular, seperti serangan jantung atau stroke, atau komplikasi mikrovaskuler, seperti kerusakan organ. Bahkan, risiko kematian karena stroke atau penyakit jantung diketahui meningkat hingga empat kali lipat pada mereka yang menderita diabetes.

  1. Diabetes dapat merusak saraf
Baca Juga :  BMKG Perkirakan Udara Panas Masih Sepekan Lagi, Ini yang Perlu Dilakukan Agar Tidak Dehidrasi dan Terkena Radiasi Matahari

Karena sirkulasi darah yang buruk, selama bertahun-tahun, terkadang 20 tahun setelah diagnosis, penderita diabetes mengalami kerusakan saraf. Kasus yang paling umum untuk kondisi ini terjadi di jari-jari kaki, tangan, dan kaki. Bisa-bisa merasakan mati rasa pada bagian-bagian tubuh tersebut.

  1. Dapat Merusak Ginjal

Ketika pembuluh darah di ginjal rusak, ginjal akan gagal menyaring racun atau kotoran didalam tubuh secara efisien. Hal ini menyebabkan pembentukan materi toksik di dalam ginjal dan akhirnya mengakibatkan gagal ginjal.

  1. Dapat menyebabkan kebutaan

Retinopati diabetic mungkin bukan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, tetapi ini salah satu hal yang paling mengkhawatirkan apabila menderita diabetes karena kerusakan mikrovaskuler dapat menyebabkan pembengkakan dan pelepasan lapisan retina. Tidak ada obat untuk kebutaan yang disebabkan oleh retinopati diabetik.

  1. Diabetes dapat menyebabkan gastroparesis.
Baca Juga :  Kecanduan Ponsel Bisa Bikin Gangguan Jiwa, Ini Buktinya

Gastroparesis adalah kondisi di mana gerakan alami makanan di saluran pencernaan Anda melambat. Gejala ini merupakan salah satu komplikasi jangka panjang diabetes yang paling umum dan disebabkan oleh kerusakan saraf. Gejala ini juga akan menimbulkan mual, kembung, refluks asam, dan nyeri perut.

  1. Mempengaruhi kehidupan seks

Komplikasi mikrovaskular dan neurologis diabetes diketahui menyebabkan disfungsi seksual, terutama pada pria yang memiliki risiko tiga kali lebih besar mengalami impotensi. Pada wanita, dapat menyebabkan kekeringan vagina, dorongan seksual rendah, dan hubungan seksual yang menyakitkan.

  1. Dapat merusak proses penyembuhan luka

Sirkulasi yang buruk yang disebabkan oleh kerusakan mikrovaskular adalah alasan utama mengapa luka, terutama di bagian tubuh, cenderung membutuhkan waktu lama untuk sembuh pada mereka yang menderita diabetes.

Baca Juga :  Ini 5 Ciri Anak Kecanduan Permainan di Ponsel, Salah Satunya Merasa Cemas Jika Tidak Bermain Game, Segera Bawa ke Psikiater Jika Tampak

Ditambah jaringan tubuh yang kandungan gulanya tinggil sangat ideal untuk tempat pertumbuhan mikroba, hal itu memgapa luka pada penderita diabetes sering bernanah dan menjadi gangren.

  1. Diabetes mempengaruhi kesehatan kulit

Pada tahun-tahun awal setelah diagnosis, penderita diabetes akan sering mengeluh akan sering terjadinya kulit kering dan banyaknya flek hitam yang muncul.

Dan ke depannya kondisi kulit akan menjadi sangat rentan tumbuh bisul, gondok, dan sebagainya. Beberapa orang muncul bercak bulat berwarna cokelat.

 

Bagaimana solusinya?

  1. Makan yang teratur tiga kali sehari dan jangan melewatkan waktu makan.
  2. Tingkat asupan serat pada makanan yang dikonsumsi
  3. Makan banyak saat sarapan dan makanlah dengan porsi sedikit saat makan malam
  4. Rajin olahraga
  5. Makan karbohidrat yang rendah kalori, protein, lemak sehat, dan perbanyak makan buah juga sayuran.

www.tempo.co

Loading...