JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Heboh Video Guru SMK Dibully Para Siswanya di Depan Kelas. Langsung Viral, Jutaan Netizen Sempat Geram 

Terlihat sang guru berusaha melawan saat dikeroyok siswanya dalam video guru dibully yang sempat viral di media sosial. Tangkapan layar/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Terlihat sang guru berusaha melawan saat dikeroyok siswanya dalam video guru dibully yang sempat viral di media sosial. Tangkapan layar/Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS- Publik di dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video beberapa siswa mengeroyok dan mengolok-olok gurunya. Video yang kemudian viral itu langsung memantik reaksi dari pihak kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Usut punya usut, ternyata video itu berasal dari SMK NU 3 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Sejak beredar di youtube dan Whatsapp, video “pengeroyokan” guru paruh baya itu langsung mengundang jutaan netizen untuk menonton. Reaksi pun beragam.

Banyak yang menganggap aksi pengeroyokan itu beneran langsung mengecam hingga menyayangkan aksi itu. Sebelum kemudian terkonfirmasi bahwa video itu ternyata hanya guyonan belaka.

Dalam video berdurasi 24 detik itu, awalnya terlihat seorang guru tengah berada di tengah kelas sambil dikelilingi para siswa.

Dua orang siswa terlihat menyentuh tangan guru itu seperti hendak mendorongnya.  Ulah si murid disambut reaksi guru paruh baya itu dengan melakukan perlawanan.

Baca Juga :  Sepanjang 2020, Sebanyak 3.189 Warga Jateng Terjangkit DBD

Diselingi aksi tertawa para murid, aksi saling dorong dan menendang dilakukan guru dan murid.  Setelah mengambil alas kaki yang sempat terlepas, aksi itu mulai berakhir saat sang guru kembali ke mejanya.

Tak lama berselang, sebuah surat pernyataan diduga dari Kepala Sekolah SMK NU 03 Kaliwungu Kendal, Muhaidin beredar di sosial media. Surat tertanggal hari ini itu beredar di sebuah akun gosip Instagram.

Sang guru yang dibully itu kemudian diketahui bernama Joko Susilo. Dalam keterangan surat itu dijelaskan jika peristiwa terjadi pada Kamis, 8 November 2018 di kelas X TKR pukul 09.15 hingga 13.20 WIB.

Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Kota Semarang, Terkait Penyerangan Wakapolres Karanganyar?

Menjelang jam pelajaran selesai, para siswa dilaporkan mulai bercanda. Beberapa murid bahkan ada yang melempar kertas hingga mengenai tubuh Joko.

Kemudian dimintalah maju siswa yang melempar kertas tersebut. Rupanya, beberapa siswa maju dan mengajak Joko bercanda dengan tujuan agar tidak marah.

Setelah itu, terjadi peristiwa seolah-olah Joko sedang dikeroyok oleh siswanya. Video tersebut sempat diunggah oleh siswa di status WhatsApp dan viral.

“Jadi, kami tegaskan lagi bahwa pada hari Kamis, 8 November 2018 tidak ada pemukulan atau pengeroyokan siswa terhadap guru,” tulis Muhaidin.

Meski demikian, Muhaidin mengaku kalau tindakan siswa-siswa tersebut sudah melampaui batas.

Untuk itu, pihak sekolah akan memanggil orang tua pada Senin, 12 November 2018. (Wardoyo/*)