loading...
Loading...
Terlihat sang guru berusaha melawan saat dikeroyok siswanya dalam video guru dibully yang sempat viral di media sosial. Tangkapan layar/Wardoyo

JOGLOSEMARNEWS- Publik di dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video beberapa siswa mengeroyok dan mengolok-olok gurunya. Video yang kemudian viral itu langsung memantik reaksi dari pihak kementerian pendidikan dan kebudayaan.

Usut punya usut, ternyata video itu berasal dari SMK NU 3 Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Sejak beredar di youtube dan Whatsapp, video “pengeroyokan” guru paruh baya itu langsung mengundang jutaan netizen untuk menonton. Reaksi pun beragam.

Banyak yang menganggap aksi pengeroyokan itu beneran langsung mengecam hingga menyayangkan aksi itu. Sebelum kemudian terkonfirmasi bahwa video itu ternyata hanya guyonan belaka.

Baca Juga :  Viral Video Driver Gojek Menangis Histeris dan Sesenggukan, Dari Pagi Belum Dapat Order, Begitu Dapat Orderan di-Cancel

Dalam video berdurasi 24 detik itu, awalnya terlihat seorang guru tengah berada di tengah kelas sambil dikelilingi para siswa.

Dua orang siswa terlihat menyentuh tangan guru itu seperti hendak mendorongnya.  Ulah si murid disambut reaksi guru paruh baya itu dengan melakukan perlawanan.

Diselingi aksi tertawa para murid, aksi saling dorong dan menendang dilakukan guru dan murid.  Setelah mengambil alas kaki yang sempat terlepas, aksi itu mulai berakhir saat sang guru kembali ke mejanya.

Tak lama berselang, sebuah surat pernyataan diduga dari Kepala Sekolah SMK NU 03 Kaliwungu Kendal, Muhaidin beredar di sosial media. Surat tertanggal hari ini itu beredar di sebuah akun gosip Instagram.

Baca Juga :  Gara-gara Terlena Rambut Palsu, 3 Warga Karangmanyar Harus Kehilangan Rumahnya. Kerugian Ratusan Juta, Motor Pun Ikut Hangus

Sang guru yang dibully itu kemudian diketahui bernama Joko Susilo. Dalam keterangan surat itu dijelaskan jika peristiwa terjadi pada Kamis, 8 November 2018 di kelas X TKR pukul 09.15 hingga 13.20 WIB.

Menjelang jam pelajaran selesai, para siswa dilaporkan mulai bercanda. Beberapa murid bahkan ada yang melempar kertas hingga mengenai tubuh Joko.

Kemudian dimintalah maju siswa yang melempar kertas tersebut. Rupanya, beberapa siswa maju dan mengajak Joko bercanda dengan tujuan agar tidak marah.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Bocorkan Sejumlah Kriteria Calon Kandidat  Pejabat Tinggi di 11 Jabatan yang Akan Dilelang Terbuka. Salah Satunya Terkait Hubungan Ini!  

Setelah itu, terjadi peristiwa seolah-olah Joko sedang dikeroyok oleh siswanya. Video tersebut sempat diunggah oleh siswa di status WhatsApp dan viral.

“Jadi, kami tegaskan lagi bahwa pada hari Kamis, 8 November 2018 tidak ada pemukulan atau pengeroyokan siswa terhadap guru,” tulis Muhaidin.

Meski demikian, Muhaidin mengaku kalau tindakan siswa-siswa tersebut sudah melampaui batas.

Untuk itu, pihak sekolah akan memanggil orang tua pada Senin, 12 November 2018. (Wardoyo/*)

Loading...