loading...
Loading...
ilustrasi

JAKARTA – Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendapat dukungan dari dua organisasi massa berbasis agama yang berbeda.

Menurut survei yang dilakukan oleh Media Survei Nasional (Median), capres inkumben Joko Widodo (Jokowi) unggul di kalangan pemilih Nahdlatul Ulama.

“Sedangkan Prabowo Subianto didukung kalangan Muhammadiyah,” kata

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam konferensi pers Elektabilitas Capres: Mampukah Jokowi Berlari Kencang dan Prabowo Mengejar di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018).

Dalam survei yang dilakukan pada 4 -16 November 2018, Rico menjabarkan sebanyak 47,6 persen pemilih NU mendukung capres Jokowi. Sedangkan 36,4 persen lainnya memilih Prabowo. Adapun 16 persen sisanya belum menyatakan dukungan. Selisih pemilih NU untuk Jokowi dan Prabowo tercatat sebesar 11,2 persen.

Baca Juga :  Cari yang Panas di Kedinginan Dieng?. Berendam Yuk ke Kalianget !!

Kondisi ini berbanding terbalik dengan dukungan para pemegang hak pilih dari kalangan Muhammadiyah. Sebanyak 62 persen responden dari kelompok ormas itu menyatakan bakal memilih Prabowo. Sedangkan 23,0 persen lainnya mendukung Jokowi.

Responden dari Muhammadiyah yang belum menyatakan dukungan untuk capres hanya 3,7 persen. Adapun selisih pendukung Prabowo dan Jokowi berjumlah 39 persen. Angka gendut dari persentase dukungan kepada salah satu capres ini menandakan sikap politik anggota ormas yang seragam.

Selain memperoleh atensi dari NU dan Muhammadiyah, kedua capres mendapat perhatian dari sejumlah ormas berbasis agama lain. Misalnya Persatuan Umat Budha (Walubi), Persatuan Gereja Indonesia (PGI), dan Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI).

Baca Juga :  Penyakit Jantung Kumat, Batik Air Terpaksa Mendarat Darurat di El Tari

Dari hasil survei Median, mayoritas anggota tiga ormas tersebut menyatakan suaranya untuk Jokowi. Artinya, Jokowi menang telak. Musababnya, sebanyak 80 persen mengakui dukungan mereka kepada capres nomor urut 01 tersebut. Sedangkan 20 persen sisanya mengatakan belum memilih.

Survei Median melibatkan 1.200 responden yang dipilih dari seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei digelar menggunakan metode sampel pemilihan acak. Rico mengklaim, margin of error lembaga survei mereka plus-minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

www.tempo.co

Loading...