loading...
Loading...
Ilustrasi/tribunnews

BANTUL – Air merupakan sumber penghidupan bagi umat manusia. Karena itu, penggunaan air tetap harus menggunakan prinsip peleatarian.

Terkait dengan kelestarian sumber air tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul berencana membuat sistem tabungan air, terutama  sebagai antisipasi kekeringan saat kemarau panjang.

Rencana ini digarap bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana tahun depan.

Sistem tabungan air ini kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto, dapat menampung 10 ribu liter air.

“Kapasitasnya 10 ribu liter lebih. Untuk satu unit plus instalasinya kira-kira 15 juta,” jelasnya, Jumat (2/11/2018).

Lebih lanjut, sistem ini berwujud seperti bak atau bisa juga ditanam di dalam tanah yang difungsikan untuk menampung air.

Baca Juga :  Ledakan di Rumah Peninggalan Mertua Bupati Bantul, Ini Kronologi dan Cerita Lengkapnya

“Di bawah tanah bisa, di bak itu bisa untuk menampung air hujan saat musim penghujan, Sehingga saat kemarau bisa difungsikan mengatasi kekeringan,” paparnya.

Pihaknya akan membuat sebuah sampel terlebih dahulu sebelum betul-betul direalisasikan.

“Sekitar bulan depan akan buat sampel dulu satu,” katanya.

Untuk realisasinya, Dwi mengatakan pihaknya belum menentukan titik-titik yang akan dipasang tabungan air ini.

“Saya belum tentukan titiknya. Tapi nanti akan ditempatkan di titik-titik yang rawan kekeringan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemilihan Ketua Umum Kagama Periode 2019-2024, Ganjar Pranowo Kembali Terpilih

Ia juga berharap masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam realisasinya.

“Bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi masyarakat juga. Karena satu unitnya juga tidak mahal,” katanya.

Antisipasi tersebut dilakukan untuk menghadapi kondisi kemarau panjang seperti tahun ini.

Meski menurut Dwi kondisi kekeringan di Bantul tidak seperti di daerah lain di DIY, antisipasi tetap dilakukan.

“Kita masih sanggup untuk mengatasi dan mengantisipasi kekeringan. Walaupun sampai saat ini belum ada tanda-tanda kapan mau turun hujan. Namun kita tetap harus siap setiap saat kapan masyarakat butuh bantuan (dropping air), kapanpun kita layani,” ujarnya. #tribunnews

Loading...