JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Komplotan Pencuri Diesel Marak di Sragen. Sasar Persawahan, Gasak Diesel Milik Kelompok Tani Sukodono 

Ilustrasi Tim Polsek Tanon saat melakukan olah TKP di lokasi Sumur Bor PWS Desa Pengkol, yang dibobol komplotan pencuri, Senin (16/4/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi Tim Polsek Tanon saat melakukan olah TKP di lokasi Sumur Bor PWS Desa Pengkol, yang dibobol komplotan pencuri, Senin (16/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi pencurian mesin pompa air kembali terjadi di Sragen. Kali ini mesin pompa air Yanmar milik kelompok tani Marsudi Makmur Pantirejo, Sukodono raib digasak pencuri.

Diduga pelaku berjumlah lebih dari satu. Mesin pompa air yang hilang itu berada di bagunan kelompok tani di persawahan Dukuh Dukas RT 2, Pantirejo, Sukodono.

Data yang dihimpun di Mapolres Sabtu (17/11/2018) pencurian kali pertama diketahui pukul 06.30 WIB oleh Saryono (47) anggota kelompok tani asal Dukuh Kuyang, Pantirejo.

Baca Juga :  Kabar Duka dari Sragen Utara, Kakek 75 Tahun asal Mondokan PDP Corona Meninggal Dunia. Jadi Korban Meninggal ke-26 di Sragen

Saat melintasi depan bangunan kelompok tani, ia kaget mendapati pintu sudah terbuka. Hal itu langsung dilaporkan ke pengurus kelompok tani.

Saat dicek ternyata pintu sudah rusak bekas dicongkel paksa. Dari pengecekan, mesin pompa air sudah hilang. Akibat kejadian itu, kelompok tani mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta dan melapor ke Polsek setempat.

Baca Juga :  Sragen Masih Zona Kuning Covid-19, Hari Pertama Masuk Sekolah Hanya Berlaku Untuk Siswa Baru Saja. Jumlah Siswa Dibatasi, Sebelum Masuk Diperiksa Ketat

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasubag Humas AKP Muryati membenarkan kejadian itu. Sesaat setelah menerima laporan, tim langsung melakukan olah TKP.

“Saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan,” paparnya.

Kejadian itu menambah panjang catatan pencurian mesin diesel yang terjadi di Sragen dalam beberapa waktu terakhir. Termasuk pencurian mesin diesel milik kelompok tani di Miri beberapa hari lalu. Wardoyo