loading...
Loading...

SRAGEN- Aktor tampan, Bertrand Antolin membuat kejutan dengan masuk ke Lapas Kelas II A Sragen, Sabtu (17/11/2018). Namun bukan karena tersandung kasus, melainkan sengaja datang karena diundang untuk memberikan motivasi kepada para napi di Lapas Bumi Sukowati.

Aktor berdarah indo itu datang bersama koleganya, pengusaha eksportir keset ternama asal Kebumen yang menyandang disabilitas, Irma Suryati. Bertrand ternyata mengaku sangat mengagumi sosok Irma Suryati yang dianggapnya sebagai pahlawan bagi penyandang disabilitas.

“Kebetulan kami kenal dekat. Saya sangat salut sama beliau (Irma) dan saya diundang untuk ikut mendampingi ke Lapas Sragen ini,” paparnya kepada media.

Aktor berusia 38 tahun itu mengakui tergerak untuk ikut ke Lapas Sragen lantaran mendukung perjuangan Irma yang dikenal banyak membantu pemberdayaan napi di banyak Lapas di Indonesia.

Baca Juga :  Terpeleset di Kamar Mandi, Pegawai Lapas Sragen Langsung Meninggal Dunia. Kalapas Mengaku Sangat Kehilangan!  

“Beliau ingin warga binaan Lapas itu bisa dapat rejeki, bisa kirim uang dan punya keterampilan. Makanya saya sangat mendukung. Beliau sangat inspiratif banget. Saya banyak belajar dari beliau,” akunya.

Apa yang membuat Bertrand begitu mengagumi Irma? Sosok Irma di mata Bertrand dinilai punya kehebatan. Meski menyandang disabilitas, Irma memiliki kemitraan dan melatih produksi keset hampir 400.000 napi se-Indonesia.

“Meski orang mungkin bisa memandang sebelah mata, tapi tetap bersemangat melatih napi. Dikumpulkan itu dilatih membuat keset dan dikumpulkan jadi satu untuk diekspor ke mancanegara. Saya salut dan sangat respect,” urainya.

Baca Juga :  Warga Padati Rekonstruksi Tabrak Lari Yang Tewaskan Bripka Kurniawan di Sidodadi Masaran. Tim Polda Jateng Ikut Turun Tangan
Irma Suryati. Foto/Wardoyo

Bertrand juga melihat Irma sebagai orang yang memiliki aura positif. Sehingga ia memandang jika berada di dekat orang beraura positif, maka akan menular aura positifnya itu.

Irma memang diundang oleh Kalapas Sragen untuk menandatangani MoU antara Lapas dengan perusahaan Mutiara Handycraft produsen keset milik Irma. Kemitraan yang dijalin yakni memberikan pelatihan ke napi untuk memproduksi keset dan hasilnya nanti akan ditampung oleh perusahaan Irma untuk diekspor ke Australia.

Kalapas Sragen, Yosef Benyamin Yembise menyampaikan menurut rencana ekspor perdana akan dilakukan pada 26 November ini dengan kapasitas produksi sekitar 500-1000 lembar keset produksi napi Sragen. Wardoyo

Loading...