JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Komplotan Pencuri Traktor dan Diesel Sawah Makin Merajalela. Traktor Milik Poktan Sine Sragen Digorok Hanya Tinggal 2 Rodanya..

Tim Polsek Sragen Kota saat melakukan olah TKP di lokasi hilangnya traktor milik Poktan yang tinggal rodanya saja Jumat (23/11/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim Polsek Sragen Kota saat melakukan olah TKP di lokasi hilangnya traktor milik Poktan yang tinggal rodanya saja Jumat (23/11/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi pencurian mesin traktor dan diesel di areal persawahan makin marak di Sragen. Setelah di Miri, Tanon, Sumberlawang, Jumat (23/11/2018) dinihari, aksi komplotan pencuri menyasar persawahan di Sragen Kota.

Yang jadi korban adalah mesin traktor pembajak sawah milik Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo 1, Kampung Sine, Sragen. Traktor itu amblas digorok pencuri saat diparkir di persawahan milik Wito di Sine RT 2/4, Kelurahan Sine, Kecamatan Sragen, Sragen.

Baca Juga :  Tak Sadar Separuh Gamisnya Masuk di Gir Motor, Tubuh Mbah Poni asal Gawan Sragen Langsung Terbanting Jatuh dari Motor Lalu Nyungsep ke Saluran

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman mengungkapkan pencurian itu terungkap setelah pihak pengurus Poktan melapor ke Polsek Sragen. Sebelumnya, traktor diparkir di sawah Wito dan kemudian ditemukan sudah raib sekitar pukul 05.00 WIB.

“Modusnya pelaku mengambil mesin traktor yang ditempatkan di pinggir sawah dan dalam kondisi lingkungan sepi. Awalnya ada dua traktor, tapi saat mau digunakan tinggal satu traktor saja. Yang satu mesinnya sudah diambil dan tinggal disisakkan dua ban traktornya,” paparnya Sabtu (24/11/2018).

Baca Juga :  Update Corona Sragen 6 Juli, 21 Orang PDP Meninggal Dunia. Tinggal 9 Pasien Positif Dirawat, 40 Sembuh, Total Sudah 25 Warga Meninggal

Dengan kejadian tersebut, Unit reskrim Polsek Sragen Kota melakukan tindakan mendatangi dan olah TKP. Dari lokasi kejadian, tim mengamankan barang bukti berupa 2 buah ban Traktor dan melakukan pemeriksaan korban maupun saksi-saksi.

“Untuk pelaku, saat ini masih dalam penyelidikan,” Wardoyo