loading...
Loading...
tribunnews

SLEMAN– Gunung Merapi kembali menampakkan aktivitasnya dengan terjadinya guguran kubah lava. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY meningkatkan kewaspadaan.

Selain melibatkan relawan dan mengoptimalkan desa tanggap bencana, pengamatan intensif serta koordinasi dengan BPPTKG terus dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara saat ditemui dalam forum penanggulangan resiko bencana di Sahid Rich Hotel, Senin (26/11/2018) meminta warga tidak panik.

Baca Juga :  Pemilihan Ketua Umum Kagama Periode 2019-2024, Ganjar Pranowo Kembali Terpilih

Terlebih kini warga dapat mudah mengakses segala informasi aktivitas Gunung Merapi melalui sosial media.

“Seperti guguran lava belum lama ini, langsung diinfokan melalui situs BPPTKG dan sosial media. Lengkap dengan keterangan arah luncuran, volume dan status terbarunya. Sehingga warga langsung dapat informasi terbaru,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bahwa BPBD tetap berpegangan pada rekomendasi BPPTKG. Terkait status Merapi, ia mengatakan bahwa warga tetap boleh beraktivitas, namun dengan jarak aman yang wajib dipatuhi, radius tiga kilometer.

Baca Juga :  Penggalangan Dana Korban Klitih, Sehari Di-'Posting Terkumpul Rp 3,6 Juta

“Dari informasi BPPTKG, kondisi saat ini ada tekanan dari bawah dan terus bertumbuh. Inilah yang menyebabkan guguran kecil 22 dan 23 November kemarin. Di satu sisi memang waspada, tapi proses alam ini bisa diamati dan dinikmati,” terangnya.

www.tribunnews.com

Loading...