loading...
Loading...
Bangkai kambing warga Wonorejo, Jatiyoso yang diterkam harimau lawu dalam dua hari terakhir. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Serangan harimau dari Gunung Lawu kembali mengganas. Harimau liar dalam beberapa hari terakhir terus menghadirkan situasi mencekam di Desa Wonorejo, Jatiyoso.

Jumat (23/11/2018) dinihari, serangan kembali terjadi. Enam ekor kambing milik warga kembali dimangsa dan ditemukan mati.

Enam ekor dari total tujuh ekor kambing milik warga Dusun Gondangtelan, RT 002/RW 006, Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Sayem (73) itu mati usai dimangsa harimau.

Janda lanjut usia (lansia) itu sangat terpukul dan menangis sembari mengelus dada saat ditanya kejadian Kamis malam. Janda itu harus merelakan kambing yang dirawat untuk anak dan cucunya itu mati diterkam macan.

Mireng suara kluthek teng wingking. Kewan niku nembe nguweki mendo.  Dengak-dengak macan teng nduwure menda. Ajeng kula tomprang macane iber. Sak mendo radi ageng. Totol-totol. (dengar suara gaduh di belakang. Saya lihat hewan itu (harimau) sedang memangsa kambing. Mau saya pukul lalu lari. Besarnya sama kambing besar sedikit. Tutul,” ujarnya sedih sembari menangis ditemui  di rumahnya Jumat (23/11/2018.

Baca Juga :  Kecewa UMK Usulan Bupati, Ratusan Buruh Karanganyar Bakal Demo Geruduk Gubernur Jateng. Sebut Usulan Bupati Tak Adil Bagi Buruh!

Lima dari enam kambing yang diterkam mati sedangkan satu ekor kambing sekarat. Warga berinisiatif membeli kambing sekarat dan disembelih. Warga berpatungan dan membayar Sayem Rp 400.000 untuk seekor kambing.

Sayem menuturkan macan hanya menggigit leher dan tidak memakan daging kambing. Macan meninggalkan kambing yang telah diterkam.

Baca Juga :  Terciduk Pakai Pelat Nomor Kelewat Cantik Hingga Terkesan Nyleneh, Ratusan Motor di Karanganyar Disita Polisi. Dari Aku Jomblo Sampai Terima Kos Putri 

Menurut anak Sayem, Samiyem, ibunya masih kaget dan enggan makan setelah kejadian itu. Samiyem menuturkan tim mengaku dari BKSDA datang ke rumah ibunya dan mengecek sekitar kandang. Dia menduga macan masuk kandang melalui lubang tembok kandang. Lubang pada tembok cukup untuk masuk seekor macan sebesar kambing. Posisi lubang berada di belakang sapi.

Wingking griyo niku hutan [belakang rumah itu hutan]. Ya berjarak empat rumah. Baru sekali ini kejadian begini. Tadi pagi dari BKSDA datang mengecek sekitar kandang menemukan jejak kaki hewan. Sudah ditandai,” ujar dia. Wardoyo

 

Loading...