loading...
Loading...
teras.id

KUPANG– Warga Desa Soliu, Kupang digegerkan dengan kemunculan buaya yang menyerang warga di wilayah setempat. Kemuncukan buaya itu sempat memicu konflik dan kemarahan warga hingga menelan 7 korban jiwa.

Unit Penanganan Satwa Balai Besar KSDA NTT pun berhasil melakukan evakuasi buaya muara (Crocodylus porosus) dari Tabun, Desa Soliu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang Selasa (6/11/2018).

Buaya jantan sepanjang 3,39 meter, yang kemudian dinamai Bung Tabun ini, telah direlokasi ke lokasi penampungan sementara di Kantor Seksi Konservasi Wilayah II di Kupang

Baca Juga :  Mahfud MD:  Kawan Pelaku Bom Polrestabes Medan Kabur

Dikutip dari siaran pers Humas KLH melalui akun twitter, Selasa, 6 November 2018, relokasi buaya muara ini diawali laporan masyarakat Desa Soliu yang resah akan kehadiran binatang tersebut. Sebelumnya, telah terjadi konflik satwa liar-manusia hingga mengakibatkan 1 (satu) orang meninggal pada bulan September 2018.

Baca Juga :  Tak Tahan Lihat Kecantikan, Lelaki Ini Meremas Payudara, Lalu Ditangkap

Kegiatan rescue buaya muara ini dilakukan sebagai upaya jangka pendek untuk mengurangi terjadinya korban baik dari pihak manusia maupun dari pihak buaya sebagai salah satu jenis satwa dilindungi.

Sampai dengan November 2018, jumlah korban meninggal akibat konflik dengan buaya muara di Provinsi NTT mencapai 7  orang.

www.teras.id

Loading...