loading...
Loading...
Tribunnews

SOLO– PT Pertamina gencar melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk menukarkan tabung elpiji 3 kg miliknya dengan bright gas ukuran 5,5 kilogram (kg). Ketentuannya, masyarakat bisa menukarkan dua tabung gas elpiji ukuran 3kg tersebut dengan satu tabung bright gas ukuran 5,5 kg.

Unit Manager Communication and CSR Marketing Operation Region IV PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari menegaskan bahwa elpiji 3kg diperuntukkan hanya bagi warga miskin atau tidak mampu.

“Kami terus menghimbau kepada masyarakat dan para pengusaha bahwa Pertamina saat ini memiliki elpiji non subsidi yaitu bright gas dengan ukuran 5,5kg dan 12kg serta elpiji ukuran 5 0kg yang diperuntukkan bagi warga mampu,” urainya, Kamis (15/11/2018).

Baca Juga :  Tekan Resiko Lakalantas, Gojek Kukuhkan Tim Rescue Gojek Solo Raya

Sosialiasi dan himbauan tersebut terus digencarkan Pertamina berdasarkan temuan inspeksi mendadak (sidak) di daerah Soloraya yang masih menemukan banyak salah sasaran penggunaan elpiji tabung melon. Sebelumnya, tim gabungan dari Pertamina, Polres Boyolali, Dinas Perdagangan dan Pemkab Boyolali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) penggunaan gas elpiji tiga kilogram (gas melon) dari 22 Oktober-11 November 2018 di Kabupaten Boyolali. Hasilnya, dari 219 lokasi sidak tersebut ditemukan 1.060 tabung gas salah sasaran atau dinikmati oleh pihak-pihak yang tidak berhak menggunakannya.

Baca Juga :  Milad ke-20 Tahun, Solopeduli Memberdayakan dan Memandirikan Negeri

Dari sidak ditemukan masih banyak rumah makan dan juga industri pengolahan makanan yang ada di Boyolali menggunakan tabung gas elpiji ukuran 3kg. Tidak hanya satu tabung, namun mereka rata-rata menggunakan lebih dari enam tabung gas. Hal inilah yang diyakini menjadi salah satu penyebab kurangnya pasokan gas elpiji di wilayah Boyolali.

Sidak dilakukan bertujuan selain untuk mengetahui jumlah penggunaan gas elpiji 3kg di Boyolali, juga untuk mendeteksi adanya ketidaktepatsasaran dalam pendistribusiannya. Mengingat, selama ini di wilayah Boyolali sering kekurangan pasokan gas 3kg. Padahal, dari Pertamina sendiri pasokan gas melon untuk wilayah Boyolali sudah mencukupi yakni sekitar 8000 tabung per bulannya.

Baca Juga :  Asyik, KA Prameks Sekarang Tampil dengan Wajah Baru, Direncanakan Semua Dilengkapi AC

“Dengan temuan ini kami menukar tabung gas tiga kilogram dengan bright gas 5,5 kilogram. Setiap dua tabung gas tiga kilogram kosong mendapatkan satu tabung gas 5,5 kilogram,” imbuh Andar.

Selama Sidak, Pertamina sudah menukarkan 474 tabung bright gas 5,5 kilogram. Dalam kesempatan yang sama, Kasat Sabhara Polres Boyolali, AKP Edi Sukamto mengungkapkan, dalam sidak yang dilakukan satu lokasi ada yang menggunakan gas melon hingga 12 tabung.

“Pertama kami tukar, tetapi setelah kami sidak lagi dan temukan ada penyalahgunaan maka tabung kami sita,” tukasnya. Triawati PP

Loading...