loading...
Loading...
Ilustrasi paripurna DPRD ricuh

KARANGANYAR- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Karanganyar menyoroti berbagai kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang terkesan “wah” dan jauh dari penggunaan anggaran yang bersifat produktif.

Hal tersebut dikatakan FPKS, melalui juru bicaranya, Sri Hartono, yang disampaikan dalam pandangan fraksi terhadap Raperda tentang APBD tahun 2019, Senin (26/11/2018).

Menurut Sri Hartono, FPKS sepakat  dengan prioritas anggaran yang produktif. Namun masih ditemukan berbagai kegiatan yang  mewah. Sorotan ini seolah ditujukan untuk hobi Pemkab yang belakangan jor-joran menggelar kegiatan peringatan HUT dan konon menyedot ratusan juta rupiah hingga disebut menyentuh angka sembilan digit.

“Prinsipnya kami sepakat dengan prioritas anggaran yang produktif. Tapi kok masih mengadakan kegiatan yang wah dan spektakuler yang jauh dari produktifitas,” ujar Sri Hartono.

Baca Juga :  Gawat, Hasil Pemeriksaan, 60 % Tamu Undangan di Rumdin Bupati Karanganyar Terdeteksi Punya Kolesterol di Atas Ambang Batas 

Dalam pemandangan umum tersebut, FPKS juga menyoroti, rencana pemerintah Kabupaten Karanganyar terhadap pencairan bankeu desa dan hibah untuk kelompok masyarakat sebesar Rp 17,5 milyar yang tersebar di 315  titik di Kabupaten Karanganyar.

Sedangkan masyarakat penerima bantuan dan hibah telah menunggu-nunggu dan telah selesai memenuhi proses administrasinya berupa pengajuan proposal, verifikasi dan pembuatan rekening di bank.

“Apakah akhirnya anggaran tersebut akan dijadikan silpa pada tahun berikutnya? Bukankan jika demikian akan memunculkan masalah pada pemeriksaan BPK RI pada tahun mendatang. Kami minta penjelasan dari bupati,” tegasnya.

Baca Juga :  Hujan Es Sebesar Kacang Atom Landa Gunung Lawu Karanganyar. Makin ke Atas Makin Besar.. 

Disisi lain, lima   fraksi, masing-masing F Partai Golkar,  FPDIP, Fraksi Partai Demokrat, FPKB, Fraksi Gerindra Amanat Nasional, menyoroti persoalan peningkatan potensi pendapatan daerah dari sektor lain. Masalah pembangunan infrastruktur menuju objek wisata yang belum maksimal, masalah fasilitas pendidikan serta persoalan pelayanan kesehatan yang dinilai masih kurang.

Namun secara keseluruhan, seluruh fraksi mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan oleh Bupati Karanganyar dan jajaran ekskutif yang secara bertahap, telah merealisasikan visi dan misi sebagai kepala daerah terpilih sebagaimana  tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karanganyar. Serta menyetujui pembahasan RAPBD ini ketingkat selanjutnya.

Baca Juga :  Derita Maryadi-Harnita, Pasutri Miskin di Tawangmangu Karanganyar Penderita Jantung Bocor dan Kanker. Tak Punya Biaya, Anak Terpaksa Diikutkan Kerabat 

Semenetara itu, bupati Karanganyar, langsung menanggapi pandangan umum fraksi tersebut secara lisan. Sedangkan untuk jawaban tertulis, akan disampaikan dalam rapat paripurna selanjutnya.

“ Saya menanggapi langsung pandangan fraksi. Untuk tanggapan tertulis, menyusul,” kata bupati.

Menurut bupati, fokus utama dalam tahun 2019, masih tetap pada pembangunan infrastruktur. Dia bersma wakil bupati terpilih serta jajaran OPD akan melakukan pembangunan, satu diantaranya pembangunan masjid Agung, pelebaran jalan, renovasi stadion 45.

“ Kita akan melakukan pembangunan di bidang infrastruktur mulai tahun 2019 mendatang,” ujarnya. Wardoyo

Loading...