loading...
Loading...
Kondisi motor Yamaha N-Max milik seorang guru SD anggota KNS yang jadi korban terkena imbas kecelakaan tunggal buruh pabrik asal Gesi di Tangkil, Sragen Kamis (15/11/2018). Foto/FB

SRAGEN- Insiden kecelakaan tunggal yang menimpa pemuda buruh pabrik Taufiq Cherly Nurhidayat (22) asal Poleng, Gesi di Jalan Gesi-Sragen tepatnya di Tangkil, Kamis (15/11/2018) pagi menyajikan fakta baru. Ternyata kecelakaan itu juga membawa imbas satu korban pengendara motor dari arah berlawanan.

Pemotor itu adalah seorang guru SD bernama Mariko (47) asal Dukuh Purworejo RT 26, Celep, Kedawung Sragen. Dia adalah pemotor yang mengendarai motor N-Max bermodif warna-warni yang sempat menjadi perbincangan karena dianggap motor buruh pabrik yang kecelakaan.

Mariko pun merasa perlu melakukan klarifikasi lantaran dirinya sebenarnya adalah korban dalam kecelakaan itu. Motornya yang sudah menepi di sebelah kiri, justru tertabrak motor Taufiq yang ngglasar dari arah utara.

Baca Juga :  Tak Diundang ke Kampanye Pilkades, Sejumlah Anggota BPD Desa Tanon Geruduk Panitia. Sempat Gulirkan Wacana Mosi Tidak Percaya 

“Kejadiannya pukul 07.00 WIB. Saya mau berangkat ngajar di Baleharjo Sukodono. Waktu itu dari utara, ada mobil dan dua motor salah satunya si korban (Taufiq). Kelihatannya korban ini yang di belakang. Kemudian motor korban ini mau mendahului di depannya tapi nyrempet ban belakang dan oleng ke kanan. Motornya ngglasar, motor saya malah nampani motor korban yang jatuh. Saya mau menghindar sudah nggak bisa, karena jaraknya sudah sangat dekat,” paparnya kepada Joglosemarnews.com, Senin (19/11/2018).

Mariko menguraikan pagi itu buruh yang ngglasar tersebut mengendarai Honda Supra 125 warna merah. Saat motornya tertabrak motor korban, dirinya bahkan sempat terpental dari motornya sejauh sekitar 7 meter.

Baca Juga :  Bertabur Hadiah, Undian Simpedes BRI Sragen 2019 Digelar di Pasar Bunder. Nasabah Asal Gesi dan Mojopuro Raih Hadiah Mobil Datsun dan Mobilio 

“Ini saya sampaikan kronologi yang sebenarnya biar enggak ada salah informasi atau persepsi. Karena sempat beredar informasi di media sosial kalau motor yang ngebut dan ngglasar itu motor N-Max saya. Padahal motor korban itu Supra dan saya kena imbasnya. Motor saya rusaknya juga lumayan tapi nggak apa-apa sudah saya perbaiki sendiri. Saya juga kasihan lihat kondisi korban hanya buruh pabrik dan mengalami patah lengan,” tutur Mariko yang juga anggota Komunitas N-Max Sragen (KNS).

Baca Juga :  Kebakaran Hebat di Pilangsari Sragen. Gara-gara Masak Air Ditinggal Mandi, Bangunan Dapur Ludes Dilalap Api 

Mariko menyampaikan klarifikasi dengan didampingi sejumlah anggota dan pengurus KNS. Termasuk Humas KNS, Etik Silvia.

Mewakili KNS, Etik menjelaskan klarifikasi dilakukan agar tidak ada salah informasi perihal kecelakaan di Tangkil yang sempat ramai di media sosial itu.

Ia dan semua anggota KNS berharap masyarakat bisa memahami bahwa motor N-Max yang ada dalam kecelakaan itu sebenarnya adalah korban imbas dari kecelakaan tunggal yang dialami buruh bermotor Supra 125.

“Sekali lagi kami sampaikan, bahwa anggota kami (Mariko) itu justru korban dan motor N-Maxnya kena imbas dari pengendara Supra yang ngglasar itu,” tegasnya. Wardoyo

 

Loading...