JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

SMPN 1 Tanon Sragen Berduka, Salah Satu Guru Senior Meninggal Kecelakaan Maut di Jalur Gabugan

Ilustrasi korban tewas kecelakaan
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi korban tewas kecelakaan

SRAGEN- SMPN 1 Tanon, Kabupaten Sragen dirundung duka. Salah satu pensiunan dan guru senior di SMP tersebut, Sumarmi (72) asal Dukuh Pantirejo RT 2, Gabugan, Tanon tewas dalam kecelakaan maut di depan rumahnya, Kamis (22/11/2018) pagi.

Mantan guru yang akrab dipanggil Bu Mamik dan berdomisili di tepi jalur Gabugan-Gemolong barat Lapangan Gabugan itu meninggal usai digasak motor.

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi sekira pukul 04.30 WIB. Menurut data di kepolisian Sragen, korban digasak pengendara motor Yamaha Jupiter AD 2680 FY.

Baca Juga :  Jumlah Pasien PDP Corona Sragen Melonjak Tambah 7 Orang. Total 13 PDP Dirawat, Kasus Positif Tembus 51, 41 Sembuh dan 26 Meninggal Dunia

Menurut Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman korban ditabrak pengendara Yamaha Jupiter AD 2680 FY, Suradi (42) asal Cranggan RT 25, Gemantar, Mondokan, Sragen.

Kejadian bermula ketika korban hendak menyeberang jalan keluar dari rumahnya. Sedangkan pengendara motor melaju dari arah utara (Gabugan) dengan kecepatan sedang.

Diduga karena situasi masih agak gelap, pengendara motor tak mengantisipasi ada yang menyeberang.

Bersamaan korban menyeberang, motor langsung menggasak ibu guru itu dengan keras. Pemotor terjatuh dan kritis setelah mengalami perdarahan telinga kiri,  dahi kiri memar,  kepala robek,  tidak sadar. Ia diopname di RSUD Sragen.

Baca Juga :  Terlanjur Bersemangat Masuk Sekolah, Siswa TK hingga SMP di Sragen Terpaksa Harus Kembali Belajar di Rumah. Saking Semangatnya Siswa Baru Sampai Sudah Pakai Seragam!

Sedangkan Bu Mamik mengalami luka patah leher tertutup, kepala belakang memar, kepala kiri robek dan meninggal dunia.

“Saat ini kasusnya masih dalam penanganan tim,” paparnya Jumat (23/11/2018).

Mantan Kasek SMPN 1 Tanon, Sri Purwanti yang barusaja berpindah tugas, membenarkan musibah itu. Menurutnya pemakaman Bu Mamik sudah digelar Kamis (22/11/2018) petang. Wardzoyo