JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Terungkap, Ini 4 Rahasia Riska Diana Bisa Raih Nilai Tertinggi Tes CPNS 2018

Riska Diana, Peraih Nilai CAT CPNS tertinggi asal Grobogan didampingi ibunya dan Kepala Kanreg I BKN Yogya Anjaswari Dewi (kanan) usai tes di GOR Diponegoro Sragen, Rabu (14/11/2018). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Riska Diana, Peraih Nilai CAT CPNS tertinggi asal Grobogan didampingi ibunya dan Kepala Kanreg I BKN Yogya Anjaswari Dewi (kanan) usai tes di GOR Diponegoro Sragen, Rabu (14/11/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Peserta ujian seleksi CPNS asal Kabupaten Grobogan, Riska Diana dinyatakan meraih nilai tertinggi sementara dari semua peserta CPNS di wilayah Jateng-DIY. Namun, Sarjana PGSD UMS lulusan 2014 berusia 25 tahun itu sama sekali tak menyangka bakal mendapat nilai 423 yang sampai sejauh ini menduduki peringkat teratas skor CAT CPNS di Jateng-DIY.

Saat ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM usai ujian di GOR Diponegoro Sragen Rabu (14/11/2018), Riska mengaku tidak ada persiapan khusus menghadapi ujian CPNS.

Namun ia menyebut rahasianya bisa lolos dengan nilai tinggi ada empat.

“Belajar, berusaha dan berdoa. Itu saja sih. Sama minta restu orang tua,” ujarnya sumringah didampingi ibu tercinta yang setia mendampinginya ke Sragen.

Saat ditanya apakah dia belajar keras menjelang ujian, Riska mengaku tidak melakukannya. Sebaliknya ia malah mengurangi intensitas belajarnya agar lebih rileks dan lebih tenang saat hari H ujian.

Saat disinggung bagaimana saat mengerjakan ujian, ia mengaku kuncinya hanya tenang dan fokus. Ia mengaku 100 soal dikerjakannya semua dan ujian lancar.

“Saya malah nggak kepikiran kalau bisa dapat nilai tinggi. Yang penting bisa memenuhi passing grade saja. Tahunya tiba-tiba keluar ruangan sudah ditanya Mbak Riska ya Mbak Riska ya. Baru tahu kalau katanya nilai saya tertinggi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sragen Masih Zona Kuning Covid-19, Hari Pertama Masuk Sekolah Hanya Berlaku Untuk Siswa Baru Saja. Jumlah Siswa Dibatasi, Sebelum Masuk Diperiksa Ketat

Riska sukses menorehkan namanya di posisi teratas peserta peraih nilai tertinggi dengan skor total 423. Riska yang saat ini tengah menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari beasiswa Kemenristek Dikti itu meraih nilai cukup fantastis.

Dari pengumuman hasil ujian CAT yang langsung muncul di papan skor, ia mencatat nilai Tes Intelegensia Umum (TIU) 130, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 135 dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 158.

Nilai TKP milik Riska juga cukup mencengangkan. Pasalnya hampir mayoritas peserta CPNS 2018 menilai TKP sebagai momok paling sulit dan sebagian besar rontok hanya karena skor TKP tak sampai 143.

“Tadi malah nggak tahu kalau dapat nilai tertinggi. Saya mikirnya yang penting bisa memenuhi passing grade. Baru tahu pas waktu habis tiba-tiba nilai muncul nggak nyangka juga kalau paling tinggi,” ujar Riska didampingi ibunya saat ditemui JOGLOSEMARNEWS.COM di ruangan tenda sekretariat Ujian CPNS GOR Diponegoro Sragen, Rabu (14/11/2018) petang.

Baca Juga :  Curhat Frustasinya Petani Sidoharjo Sragen Hadapi Serangan Tikus Yang Makin Merajalela. Dari Belerang, Granul Hingga Umpan Sudah Tak Mempan, Ronda Pun Sampai Pindah ke Sawah

Kepala Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) Yogya, Anjaswari Dewi yang ditemui saat memberi ucapan selamat ke Riska,  mengungkapkan Riska memang sementara menjadi peserta seleksi CPNS dengan nilai tertinggi di wilayah Kanreg I BKN Yogya yang membawahi wilayah Jateng-DIY.

“Untuk sementara iya (tertinggi). Untuk Jateng dan DIY, Mbak Riska Diana ini masuk tertinggi dengan nilai 423. Tapi secara keseluruhan tes memang baru selesai 17 November 2018. Ada beberapa daerah yang belum selesai. Nanti hasil akhirnya akan kita beritahukan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM .

Ia menambahkan nilai yang diraih Riska memang terpaut agak jauh di atas dari ambang batas passing grade yang ditentukan. Anjaswari menyebut untuk ambang batas peserta cumlaude dipatok 298, sedangkan untuk pelamar umum harus memenuhi tiga skor minimal TWK 75, TIU 80 dan TKP 143.

Untuk seleksi CPNS di GOR Diponegoro yang diikuti 9 kabupaten/kota, dinyatakan selesai Rabu (14/11/2018). Tes sudah digelar sejak 26 Oktober 2018. Kabupaten Grobogan menjadi kabupaten terakhir yang menuntaskan jadwalnya dengan enam sesi di hari terakhir. Wardoyo