loading...
Loading...
Ilustrasi/tribunnews

BANTUL – Provinsi DIY kini telah memiliki  213 desa tanhgap bencana (Destana) dari total 301 desa yang berpotensi rawan bencana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubid Pencegahan BPBD DIY, Budi Supardi. Dia mengatakan hal itu  menunjukkan bahwa warga telah tanggap dan siaga menghadapi bencana.

Rencananya, menurut Budi, pada tahun 2021 mendatang, seluruh desa tersebut telah menjadi destana.

“Tahun depan target 15 destana di seluruh DIY,” katanya.

Baca Juga :  Liga 1 2019, PSS Sleman Vs Arema Ricuh, Suporter Saling Lempar. Ibu dan Anak-anak Jadi Korban, Pertandingan Dihentikan 30 Menit

Untuk memacu terbentuknya destana, menurut Budi telah dilakukan lomba desa tanggap bencana. Terkait hal itu,  Desa Srimartani menjadi perwakilan desa di Bantul untuk mengikuti lomba desa tangguh bencana se-DIY.

Budi Supardi mengatakan lomba itu juga sebagai sarana evaluasi terhadap desa tangguh bencana (destana) yang sudah terbentuk.

“Desa Srimartani kebanyakan potensinya adalah longsor. Lomba ini untuk evaluasi, melihat ketangguhan kapasitas di masyarakat. Khusus Srimartani, ada penanganan vertical rescue, karena ini perlu skill tersendiri,” kata Budi pada Tribunjogja.com di sela simulasi bencana longsor di Tambalan, Srimartani, Piyungan.

Baca Juga :  Korban Ricuh Suporter Arema VS PSS Sleman, Satu Pemain PSS Sleman Terancam Buta Terkena Lemparan Pecahan Keramik

Menurutnya, sarana dan prasarana FPRB Srimartani dinilai sudah cukup mendukung.
Ia mengapresiasi warga Tambalan dan FPRB Srimartani yang telah melakukan simulasi bencana longsor dengan baik. #tribunnews

Loading...