JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

213 Desa dari 301 Desa di Provinsi DIY Sudah Tanggap Bencana

Ilustrasi/tribunnews

BANTUL – Provinsi DIY kini telah memiliki  213 desa tanhgap bencana (Destana) dari total 301 desa yang berpotensi rawan bencana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasubid Pencegahan BPBD DIY, Budi Supardi. Dia mengatakan hal itu  menunjukkan bahwa warga telah tanggap dan siaga menghadapi bencana.

Rencananya, menurut Budi, pada tahun 2021 mendatang, seluruh desa tersebut telah menjadi destana.

“Tahun depan target 15 destana di seluruh DIY,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Yogya Gencarkan Pemutusan Penularan Covid-19, Ini Yang Dilakukan    

Untuk memacu terbentuknya destana, menurut Budi telah dilakukan lomba desa tanggap bencana. Terkait hal itu,  Desa Srimartani menjadi perwakilan desa di Bantul untuk mengikuti lomba desa tangguh bencana se-DIY.

Budi Supardi mengatakan lomba itu juga sebagai sarana evaluasi terhadap desa tangguh bencana (destana) yang sudah terbentuk.

“Desa Srimartani kebanyakan potensinya adalah longsor. Lomba ini untuk evaluasi, melihat ketangguhan kapasitas di masyarakat. Khusus Srimartani, ada penanganan vertical rescue, karena ini perlu skill tersendiri,” kata Budi pada Tribunjogja.com di sela simulasi bencana longsor di Tambalan, Srimartani, Piyungan.

Baca Juga :  Puskesmas Gedongtengen dan Wirobrajan Ditutup karena Sejumlah Nakes Dinyatakan Positif Covid-19

Menurutnya, sarana dan prasarana FPRB Srimartani dinilai sudah cukup mendukung.
Ia mengapresiasi warga Tambalan dan FPRB Srimartani yang telah melakukan simulasi bencana longsor dengan baik. #tribunnews