JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Banjir Bandang Runtuhkan Jembatan Pekalongan-Pemalang. Jalur Sementara Terputus Total

Humas Polda Jateng
Humas Polda Jateng

PEKALONGAN – Jembatan penghubung Kabupaten Pekalongan dan Pemalang, ambruk dan terputus Kamis (13/12/2018). Jembatan tersebut diterjang banjir bandang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Keruh, Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan.

Padahal jembatan tersebut merupakan akses vital, karena menjadi sarana penghubung antara masyarakat di Kandangserang, Kabupaten Pekalongan dan Desa Medayu, Kecamatan Watukumpul, Pemalang.

Masyarakat diantara dua daerah ini melintasi jembatan tersebut untuk berbagai kegiatan keseharian, utamanya akses perekonomian seperti membawa hasil bumi.

Menurut Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan melalui Kasubbag Humas Iptu Akrom mengatakan intensitas hujan tinggi sejak Kamis pagi. Akibatnya, DAS Kali Keruh mengalami kenaikan debit air hingga menghantam badan jembatan sepanjang 30 meter, dengan lebar 3 meter tersebut.

Baca Juga :  Jatingaleh, Kali Pancur dan Sejarah Perjalanan Sunan Kalijaga

”Karena diterjang arus sungai yang deras, jembatan ambrol sekitar 20 meter, dan tersisa sedikit saja. Kondisi jembatan sangat parah, karena sebagian badan jembatan hanyut terbawa arus air,” katanya seperti dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Disebutkan, beruntung pada saat kejadian tidak ada warga yang melintas. Warga takut dengan kondisi sungai yang mengalir deras dan ketinggian air mencapai badan jembatan.

Baca Juga :  Dapat Posisi Kanan, Cabup Petahana Grobogan, Sri Sumarni Langsung Ucapkan Alhamdulillah. Targetkan Raup 95 Persen  Suara

Kendati demikian, banyak warga Kabupaten Pekalongan yang masih berada di Pemalang, karena terjebak tidak dapat pulang. Untuk pulang, lanjutnya, warga harus melewati jalur memutar dari Pemalang, dengan jarak tempuh lebih jauh hingga membutuhkan waktu berjam- jam.

Lebih lanjut Kasubbag Humas mengatakan bahwa beberapa hari ke depan masyarakat masih perlu hati-hati dan waspada. Karena berdasarkan ramalan BMKG pada 16, 17 dan 18 Februari disebutkan intensitas hujan masih tinggi. Masyarakat dan aparat diminta tetap siaga. Wardoyo