loading...
Loading...
Sudut Blue Lagoon yang membuat betah berlama-lama berenang atau berendam Jsnews/kiki Dian

Mendengar nama Blue Lagoon, bagi masyarakat Yogyakarta bagian utara tentu tak akan asing lagi. Pasalnya Blue Lagoon merupakan salah satu desa wisata yang kini semakin berkembang dan menjadi obyek wisata air menggoda di kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Diinisiasi dan diberdayakan oleh masyarakat setempat, tepatnya para penduduk padukuhan Dalem,  Desa Widodomartani, Kecamatan Ngempak, Kabupaten Sleman, DIY, pada 2014, Desa Wisata Blue Lagoon ini sesungguhnya memanfaatkan potensi alam desanya serta aliran sungai Tepus yang dingin dan jernih.

Hingga saat ini, menurut Ketua Pengelola Desa Wisata Blue Lagoon, Suhadi, dari rencana memanfaatkan 800 meter sungai Tepus, baru dimaksimalkan 200 meter saja. Dengan kedalaman air yang cukup variatif yakni 3-4 meter.

pintu masuk menuju Blue Lagoon.
Jsnews/Kiki Dian

“Awalnya memang, pengembangan desa ini, tidak lepas dari teman-teman mahasiswa yang datang kemari, terus diuplod ke media sosial, ”terangnya kepada Joglosemarnews.com pekan lalu.

Baca Juga :  Diduga Putus Cinta, Seorang Pria Nekat Mencoba Melompat dari Atas Jembatan Layang Lempuyangan

Keindahan alam yang ditawarkan, serta keramahan warganya membuat desa  ini naik pamor dan cepat dikenal.

“Akhirnya kami berkumpul, duduk bersama membahas untuk memberdayakan desa kami ini menjadi desa wisata, apalagi saat itu, banyak warga desa ini yang tidak bekerja.”tambahnya.

area kuliner

Pihaknya, kata Suhadi lantas melapor kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, guna mendapatkan bimbingan terkait pengembangan dan operasional desa wisata. Hingga kemudian, bertepatan dengan hari Air Sedunia, 22 Maret 2015, diresmikanlah Desa Wisata Blue Lagoon ini.

“Keberadaan desa wisata ini, membawa dampak ekonomi bagi  masyarakat. Dari tenaga kerja saja, hingga saat ini sudah menyerap 24 warga sekitar. Ada bagian kebersihan, keamanan, parkir, tiketing, penukaran air minum. Intinya dari warga untuk warga,”tandasnya.

Selain itu, di Blue Lagoon ini juga memiliki arena kuliner, di mana para pedagangnya adalah warga setempat. Meski menu yang disediakan cukup sederhana, mie, nasi telur, ikan bakar, ayam geprek, dan gorengan namun terasa sangat enak apalagi dinikmati usai berenang dan ciblon ramai-ramai di sungai Tepus tersebut.

Baca Juga :  Viral Foto Ketandan Yogyakarta, Diposting Instagram @shanghai.explore, Dikira Kampung di Shanghai
Fasilitas terapi ikan yang disediakan di Blue Lagoon.
Jsnews/kiki Dian

Tak hanya mengandalkan sungai Tepus untuk wahana berenang, dan berbasah ria, di tempat ini juga disediakan tempat untuk terapi ikan. Pun kamar mandi dan toilet untuk mandi, atau berbilas, aneka gazebo guna bersantai, perpustakaan mini serta mushala.

Beroperasional setiap hari, mulai pukul 07.00WIB-17.00WIB, tiket yang diberlakukan untuk masuk ke Blue Lagoon ini cukup murah, hanya Rp 10.000/orang/paket termasuk free minuman. Nah setiap pengunjung yang sudah membayar akan mendapatan card khusus untuk penukaran minuman, di stan khusus minuman. Tak tanggung-tanggung, kita bebas memilih minuman yng disediakan, mulai teh botol, kopi, aneka minuman sachet dan masih banyak lainnya.

Baca Juga :  Digelontor Dana Rp 50 Miliar, Tahun Depan Terminal Giwangan Yogyakarta akan Disulap Seperti Bandara

“Kalau hari biasa bisa sampai 400-500 pengunjung, tapi kalau long weekend bisa sampai 1.500 orang,”ujar Suhadi tatkala ditemui sedang turut merenovasi salah satu sudut Blue Lagoon.

Serunya bermain air di sungai Tepus, Blue Lagoon.
Jsnews/Kiki Dian

Nah tertarik untuk datang ke sana, tak usah bingung sebab dengan bantuan google map akan dapat menemukan desa wisata yang cukup indah ini. Atau bisa pula melewati jalan Raya Tajem, Maguwo ke arah utara, hingga menemukan desa Babadan. Selanjutya tinggal mengikuti petunjuk yang tertera. Perjalanan yang panjang dan berliku akan terbayarkan oleh suguhan pemandangan persawahan, dan udara segar di pegunungan, mengingat jarak desa ini dengan Gunung Merapi hanya 25 KM. Renang murah meriah di Blue Lagoon, Sleman  tak akan terlupakan.Seolah mengembalikan masa kecil kita ketika dolan nang kali (sungai). #Kiki Dian S

 

Loading...