JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kasie Pidsus dan Datun Kejari Sragen Dimutasi ke Klaten dan Kejagung. Kasie Pidsus Akui Banyak Terkesan 

Kasie Pidsus, Adi Nugraha saat memberikan pesan kesan dalam acara pisah sambut dan pengantar purna tugasnya di Kejari Sragen, Jumat (7/12/2018). Foto/Wardoyo
Kasie Pidsus, Adi Nugraha saat memberikan pesan kesan dalam acara pisah sambut dan pengantar purna tugasnya di Kejari Sragen, Jumat (7/12/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Dua pejabat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen resmi dimutasi. Keduanya yakni Kasie Pidana Khusus, Adi Nugraha dan Kasie Datun, Sri Murni.

Pergantian dua Kasie itu ditandai dengan acara pisah sambut yang digelar di Kejari Sragen, Jumat (7/12/2018). Kegiatan dipimpin langsung Kajari Sragen, Muhammad Sumartono dengan dihadiri semua jajaran staff dan karyawan Kejari.

Kasie Pidsus, Adi Nugraha mendapat tugas baru sebagai Kasie Pidum Kejari Klaten. Ia digantikan oleh Agung Riyadi yang sebelumnya bertugas sebagai Kasie Pidsus di Kejari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Kronologi Lengkap Kecelakaan Maut Bus Hadimulyo di Gemolong Sragen. Berawal Selip, Roda Bus Mendadak Anjlok Lalu Ambles dan Terguling...

Sementara, Kasie Datun Sri Murni digantukan oleh Kasie Intel Kejari Kabupaten Kupang, Langgeng Prabowo. Sri Murni selanjutnya bertugas di Pengawasan Kejaksaan Agung.

Ditemui usai pisah sambut, Adi Nugraha mengaku dirinya sudah 2,5 tahun bertugas sebagai Kasie Pidsus di Sragen. Menurutnya, ada banyak kesan yang dirasakan selama mengemban tugas di Sragen.

“Sragen banyak memberikan kesan bagi saya. Suka duka pasti ada, tapi saya ambil sukanya saja,” paparnya.

Baca Juga :  Wilayah Rawan Kekeringan di Sragen Meluas. BPBD Sebut Naik 70 % Menjadi 249 Dukuh, Warga Tangen Mengaku Sudah Malu dan Bosan Didroping

Baginya, Klaten yang akan menjadi wilayah tugas berikutnya, bukanlah wilayah asing. Sebab itu adalah kabupaten tanah kelahirannya.

Adi Nugraha saat berpose bersama jaksa dan staff Pidsus di hari terakhirnya bertugas di Sragen. Foto/Wardoyo

Sementara sebelum meninggalkan Sragen, Adi sempat menyampaikan ada beberapa kasus Pidsus yang saat ini masih dalam penanganan.

Ia menyebut ada kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan komputer SID di 195 desa, kasus dugaan penyimpangan dana BKK di Desa Purwosuman, kasus dugaan penyimpangan DD dan ADD di Desa Newung, serta aduan dugaan penyalahgunaan dana DD dan ADD Desa Ketro. Wardoyo