JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kaum Difabel Masih Kesulitan Akses Objek-objek Wisata di DIY

Tribunnews

JOGJA –  Objek-objek wisata yang cukup populer di wilayah Provinsi DIY dinilai belum  ramah difabel. Beberapa objek tersebut adalah
Gembira Loka, Kraton Yogyakarta, Pantai Baron, Benteng Vredeburg, Museum Jogja Kembali, Kaliurang dan lain-lain.

Demikian disampaikan oleh Komite Disabilitas DIY. Komisioner Bidang Pemantauan dan Layanan Pengaduan Komite Disabilitas DIY,  Winarta menerangkan, dari 9 objek wisata yang dipantau  dalam kurun waktu 6-13 Desember.

Kebanyakan dari objek-objek wisata belum memenuhi hak-hak para difabel. Baik fasilitas, pelayanan pengelola, maupun sistem layanan.

Menurut Winata, dalam UU No 8 tahun 2016 maupun Perda DIY No 4 Tahun 2012 sudah sangat jelas diterangkan bahwa kaum difabelitas juga berhak mendapatkan kesamaan kesempatan untuk melakukan kegiatan wisata dan mendapatkan kemudahan akses, perlakuan dan akomodasi yang layak sesuai dengan kebutuhannya berbagai wisatawan.

Baca Juga :  UGM Kembangkan Sistem Peringatan Dini Gempa, Klaim Bisa Deteksi dan Prediksi Gempa 3 Hari Sebelum Terjadi

“Di sini Pemerintah memiliki kewajiban untuk menjamin aksesibilitas bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan kebudayaan dan pariwisata. Masyarakat pun juga berkewajiban mewujudkan dan mamfasilitasi terwujudnya aksesibilitas penggunaan fasilitas umum bagi penyandang disabilitas,” terangnya, Rabu (26/12/2018).

Dia menerangkan, jika akses-akses yang seharusnya dipenuhi meliputi tersedianya informasi pariwisata dalam bentuk audio, visual, dan taktil, tersedianya pemandu wisata yang memiliki kemampuan memberikan bantuan mobilitas, maupun menyediakan fasilitas pendukung bagi kaum difabelitas.

Dari hasil pantauan, Winarta menyampaikan umumnya fasilitas yang ada belum aksebilitas penuh dan kurang memenuhi standar aksebilitas, informasi yang disediakan baru akses untuk sebagian ragam disabilitas, serta belum tersedianya SDM yang mampu menggunakan bahasa isyarat.

Baca Juga :  Sendratari Sang Ratu Digelar di Pantai Cemoro Sewu dengan Protokol Ketat

“Untuk pelayanan, umumnya sudah terbangun perhatian dan empati kepada pengunjung penyandang disabilitas, namun mereka belum cukup memahami bagaimana melayani penyandang disabilitas secara tepat sesuai kebutuhannya. Mereka juga umumnya tidak memiliki SIAP dalam melayani pengunjung disabilitas,” ungkapnya.

Oleh karenanya, pihaknya mendorong Pemerintah DIY maupun Kabupaten/Kota untuk memberikan sosialisasi mengenai kewajiban penyediaan fasilitas aksesibilitas dan standar aksesibilitas.

Selain itu juga melakukan pengawasan secara rutin dan memberikan bimbingan/pembinaan dalam penyediaan fasilitas aksesibilitas di objek wisata. #tribunnews