JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Menkominfo Beri Penghargaan Langsung ke Bupati Sukoharjo. Ternyata Ini Penyebabnya

Penyerahan penghargaan smart city dari Menkominfo Rudiantara
Penyerahan penghargaan smart city dari Menkominfo Rudiantara

SUKOHARJO–Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan penghargaan langsung kepada Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Hal itu sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Republik Indonesia kepada Kabupaten Sukoharjo yang telah menyusun rencana induk (master plan) pembangunan berbasis Smart City.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sukoharjo, Joko Nurhadiyanto, Selasa (18/12/2018) mengatakan, dengan tersusunnya rencana induk ini,
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memiliki rencana berbasis teknologi yang terarah dalam menjawab tantangan dan peluang yang dihadapi.

“Penyerahan penghargaan bertempat di Indonesia Convention Centre Tangerang, Jumat (14/2/2018). Penghargaan juga diberikan kepada 50 kota/kabupaten lainnya,” jelas dia.

Dia menerangkan, menurut  Rudiantara, visi utama Gerakan Menuju 100 Smart City adalah mendorong Pemerintah Daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan pemanfaatan teknologi. Jadi yang dikedepankan di program ini adalah strategi meningkatkan pelayanan masyarakat, sementara teknologi menjadi  enabler dari usaha tersebut.

Baca Juga :  Pelaku Penyerangan Pesilat PSHT di Makamhaji Berboncengan Motor dan Mengenakan Penutup Kepala Sambil Membawa Senjata Tajam

Gerakan Menuju 100 Smart City ini sudah dilakukan sejak tahun 2017 ini dengan melibatkan 25 kota/kabupaten. Di tahun 2018, ada 50 kota/kabupaten yang telah mendapatkan pendampingan. Tahun 2018, pendampingan akan dilakukan 25 kota/kabupaten lain sehingga di tahun 2019, diharapkan akan ada 100 kota/kabupaten.

Gerakan Menuju 100 smart city sendiri adalah gerakan yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PANRB, Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kantor Staf Presiden. Sedangkan tim ahli terdiri dari akademisi dan praktisi dari UI, ITB, UGM, Perbanas, BPPT, INSW, KTII dan Citiasia.

Baca Juga :  Kebakaran Gudang Plastik di Kluyon Gawok Desa Waru Baki Sukoharjo, Kerugian Capai 100 Juta, Sebagian Besar Barang Tak Bisa Diselamatkan

Menurut Dr. Wikan Danar Sunindyo, dosen ITB yang menjadi salah satu anggota tim pembimbing mengatakan smart city di Indonesia perlu menunjukan dan memunculkan kekhasan daerah yang menjadi daya tarik dan menawarkan keaifan lokal tiap daerah, dan tidak sekedar mengikuti trend yang ada.

Setelah memiliki rencana induk smart city , 50 kota/kabupaten terpilih, diharapkan dapat secara konsisten menjalankan program tersebut, selain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di Daerah masing-masing kota/kabupaten yang telah mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City diharapkan juga dapat menjadi referensi bagi Pemda lainnya. Aris Arianto