JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Merubah Desa Idiot Menjadi Desa Wisata. Kades dan Pengurus BUMDes Sidoharjo Ponorogo Belajar Durian ke Desa Wisata Pogog Wonogiri

Kunjungan Kades dan pengurus BUMDes Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jatim melakukan kunjungan kerja atau studi banding di Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri.
Kunjungan Kades dan pengurus BUMDes Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jatim melakukan kunjungan kerja atau studi banding di Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri.

WONOGIRI-Untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan wawasan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kepala Desa dan pengurus BUMDes Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Ponorogo, Jatim melakukan kunjungan kerja atau studi banding di Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, Wonogiri.

“Kami melakukan studi banding ke Dusun Pogog, Desa Tengger, Kecamatan Puhpelem, Kabupaten Wonogiri ini, karna desa ini sudah terkenal dan telah menjadi destinati wisata durian,” ungkap Kepala Desa Sidoharjo, Parnu, Senin (10/12/2018).

Menurut dia, Dusun Pogog merupakan desa yang patut dijadikan rujukan di Indonesia. Sebab mampu mengembangkan potensi daerah melalui pengelolaan kebun dan desa wisata durian unggul.

Dia menerangkan, Desa Sidoharjo terdapat sebuah dukuh yaitu Sidowayah, yang sebagian penghuninya berkebutuhan khusus, yakni keterbelakangan mental, idiot, atau tunagrahita. Sehingga masyarakat sekitar Ponorogo menyebutnya dengan dengan julukan desa idiot.

Baca Juga :  Soal Pungutan Untuk Pengadaan Atribut Seragam, Seperti Ini Jawaban Pihak Sekolah, Bupati Berjanji Undang Pihak Terkait

Dia berujar tujuan dilakukannya studi banding ini untuk mengetahui bagaimana cara menanam durian pemeliharaan dan pasca panen. Bahkan meluas tidak hanya durian tapi buah lainnya.

“Melihat geografis hampir-hampir mirip, kalau desa Tengger bisa kenapa di desa kami tidak. Semoga kunjungan ini bisa membuat semangat para pengurus BUMDes untuk mengembangkan potensi yang ada di Sidoharjo, sehingga konotasi desa idiot bisa berubah menjadi desa wisata,” tandas dia.

Sementara Mas Jiwo Pogog, sang pionir, pencipta, arsitek dari kebun durian Pogog, mengatakan, durian unggul berapapun banyaknya yang ditanam selalu kekurangan. Contohnya di Pogog saja, selalu kekurangan buah durian, karena baru pentil saja sudah banyak yang memesan.

Baca Juga :  Ada Balap Lari di Wonogiri, Bupati Joko Sutopo Alias Jekek Tekankan yang Penting Patuh Protokol Kesehatan

“Selama ada usaha untuk menjadikan durian unggul menjadi komoditi masyarakat, entah itu konsepnya skala rumah tangga atau desa wisata mas Jiwo siap membantu. Karena saya yakin Desa Sidoharjo dapat mewujudkan desa wisata berbasis durian unggul yang merupakan suatu predikat baru dikenal sebagai desa penghasil durian unggul sehingga akan mengimbangi atau mengurangi konotasi negatif desa idiot,” jelas dia.

Selama kunjungan, Sabtu (8/12/2018), rombongan Kades dan pengurus BUMDes mendapatkan penjelasan materi tentang budidaya buah durian, dan praktek melakukan stek yang dipandu langsung oleh Mas Jiwo dan Kang Rimo. Aris Arianto