JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Riwayat Kartu Karanganyar Sehat Tamat, Cukai Rokok Rp 60 Miliar Jadi Penyelamat Dana Kesehatan Masyarakat 

Ilustrasi Kartu BPJS. Foto/Tempo.co

489243 620
Ilustrasi Kartu BPJS. Foto/Tempo.co

KARANGANYAR- Kartu Karanganyar Sehat dipastikan tak akan berlaku lagi. Sebagai gantinya, dana bagi hasil cukai rokok menjadi penyelamat dengan alokasi Rp 60 miliar yang diperuntukkan bagi dana kesehatan masyarakat.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Kartu Karanganyar Sehat atau Jamkesda sudah diintegrasikan dengan BPJS berbayar oleh pemerintah. Bahkan, setiap individu mendapatkan premi Rp 60 ribu dan lebih besar dari Pemkab Karanganyar. Saat ini, pendataan itu  sedang dikerjakaan oleh oleh Dinsos dan Dinkes.

Baca Juga :  Sejumlah Profesor Peneliti dari UNS, UGM dan Undip Ungkap Ada Potensi Pembangkit Listrik Luar Biasa di Desa Berjo Karanganyar!

“Aturannya sudah tidak memperbolehkan lagi dengan Kartu Karanganyar Sehat atau jamkesda. Semua sudah diintegrasikan dengan BPJS,” paparnya.

Meski demikian, pemkab Karanganyar tetap mengalokasikan dana Jamkesda di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Dana itu diperuntukkan untuk orang memberikan ‘mlarat-rat’ agar tetap dilayani oleh pemerintah dan dibayar pemerintah.

Baca Juga :  Sempat Ditutup, Perpustakaan Daerah Karanganyar Kembali Dibuka. Simak, Aturan Terbaru untuk Bisa Mengakses!

Melalui cukai rokok, pemerintah membantu untuk dana kesehatan masyarakat Rp 60 miliar. “Jauh lebih besar dari PBB yang hanya Rp 23 miliar,” tandasnya. Wardoyo