JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Riwayat Kartu Karanganyar Sehat Tamat, Cukai Rokok Rp 60 Miliar Jadi Penyelamat Dana Kesehatan Masyarakat 

Ilustrasi Kartu BPJS. Foto/Tempo.co
Ilustrasi Kartu BPJS. Foto/Tempo.co

KARANGANYAR- Kartu Karanganyar Sehat dipastikan tak akan berlaku lagi. Sebagai gantinya, dana bagi hasil cukai rokok menjadi penyelamat dengan alokasi Rp 60 miliar yang diperuntukkan bagi dana kesehatan masyarakat.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Kartu Karanganyar Sehat atau Jamkesda sudah diintegrasikan dengan BPJS berbayar oleh pemerintah. Bahkan, setiap individu mendapatkan premi Rp 60 ribu dan lebih besar dari Pemkab Karanganyar. Saat ini, pendataan itu  sedang dikerjakaan oleh oleh Dinsos dan Dinkes.

Baca Juga :  PD Muhammadiyah Karanganyar Mendadak Sosialisasi ke Ribuan Guru di Semua Sekolah Muhammadiyah. Dari Aturan Jadi Kasek, Sertifikasi dan Lainnya, Ini Tujuannya!

“Aturannya sudah tidak memperbolehkan lagi dengan Kartu Karanganyar Sehat atau jamkesda. Semua sudah diintegrasikan dengan BPJS,” paparnya.

Meski demikian, pemkab Karanganyar tetap mengalokasikan dana Jamkesda di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK). Dana itu diperuntukkan untuk orang memberikan ‘mlarat-rat’ agar tetap dilayani oleh pemerintah dan dibayar pemerintah.

Baca Juga :  Masa Pandemi, Target Akseptor KB Karanganyar Baru 60 %. Bupati Minta Pasangan Muda Pakai Kontrasepsi, Dinas Akan Gerilya

Melalui cukai rokok, pemerintah membantu untuk dana kesehatan masyarakat Rp 60 miliar. “Jauh lebih besar dari PBB yang hanya Rp 23 miliar,” tandasnya. Wardoyo