JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Era Milenial, Seperti Ini Pimpinan BPR Hsrus Bersikap

Drs Suharno MM/Dok Pribadi

SOLO – Tahun 2019 penuh dengan tantangan, termasuk salah satunya bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Demikan diungkapkan oleh  Dosen dan  Direktur Amalia Consulting, Drs Suharno MM kepada Joglosemarnews, Senin (31/12/2018).

Tantangan tersebut, jelas Suharno, berasal dari internal maupun eksternal. Tantangan internal di antaranya pemenuhan modal inti, pelaksanaan GCG, manajemen riaiki  hingga pemenuhan struktur dan fungai pejabat eksekutif lainnya.

“Makin ketatnya  persaingan antar  lembaga keuangan merupakan tantangan eksternal yang patut diperhatikan.  Belum lagi adanya kecenderungan bank-bank umum mencaplok segmen BPR,” bebernya.

“Perang” terbuka yang tidak seimbang tersebut menurut Suharno  menjadi tidak terhindarkan. Karena itu,  BPR yang tidak siap bisa berdarah-darah kondisinya.

Baca Juga :  Biadab! Warga di Karanganyar Tembaki Kucing yang Main ke Rumahnya. Tiga Bisa Dioperasi, Satu Tak Tertolong Nyawanya.

“Maka  BPR harus pandai menyusun strategi bisnis agar RBB 2019 dapat diraih,” paparnya.

Suahrno melihat, di antara tantangan tersebut yang perlu menjadi fokus perhatian adalah aspek pengembangan soft skills.

“Utamanya masalah keterampilan manajerial dan leadership,” ujarnya.

Suharno melihat, leadership dan manajerial di BPR secara umum belum berjalan optimal dan masih cenderung bersifat  sentralistik.

“Pendelegasian tugas masih belum berjalan baik. Hal  ini tentu saja menghambat regenerasi kepemimpinan,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Orang Terjaring Razia Masker Malam Hari di Plaza Manahan Solo, Bukan Bersihkan Sungai Tapi ini Sanksinya

Karena itu, jelas Suharno, BPR perlu melakukan transformasi perubahan. BPR yang tidak segera berubah akan tergusur dan tergeser dalam kancah persaingan yang sangat kompetitif di era digital seperti saat ini.

“Apalagi secara alami generasi X mulai memasuki masa pensiun digantikan generasi Y atau generasi milenial, yang kulturnya berbeda. Mau tak mau  pola kepemimpinan dan manajerial juga harus berubah,” paparnya lebih lanjut.

Di era milenial inilah, ujar Suharno seorang pemimpin  harus lebih banyak mendengarkan, agar bisa menggali dan memberdayakan potensi karyawan.  #suhamdani