loading...
ara prajurit Kodim 0723/Klaten mengikuti sosialisasi dan penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Kilinik Pratama 23 Klaten, Selasa (18/12/2018). Pendim 0723/Klaten Klaten

KLATEN—Para prajurit Kodim 0723/Klaten mengikuti sosialisasi dan penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Kilinik Pratama 23 Klaten, Selasa (18/12/2018).

Pendim 0723/Klaten, dalam rilisnya kepada Joglosemarnews.com menyebut acara yang diselenggarakan di Aula Makodim 0723/Klaten Jl Pemuda No 08 Klaten ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada prajurit Kodim 0723/Klaten tentang dampak negatif Narkoba, sehingga diharapkan para prajurit mendapatkan gambaran dalam upaya mencegah diri dan keluarga dari pengaruh bahaya Narkoba.

Dalam sambutannya, Kapten Arh Suparno mewakili Dandim 0723/Klaten menyampaikan bahwa untuk menanggulangi bahaya Narkoba, diperlukan kebijakan dan strategi kampanye atau sosialisasi tentang bahaya Narkoba yang komprehensif, multi disiplin, terkoordinasi, terpadu, konsisten, tepat waktu, berkelanjutan, dan keterkaitan.

Sementara itu, dr.Gunawan dari Klinik Pratama 23 yang bertindak sebagai pembicara mengungkapkan, peredaran Narkoba di Indonesia dewasa ini sudah sangat membahayakan, dengan menimbulkan korban yang tidak sedikit jumlahnya. Jenisnya pun kini semakin bertambah dan bermacam-macam.

“Penggunaan Narkoba disebabkan karena ingin coba-coba, gaya hidup (lifestyle) dan adanya tekanan hidup, yang mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan. Deteksi terhadap ciri-ciri pengguna Narkoba dapat dilihat dari adanya perubahan tingkah laku, pergaulan lingkungan, kebiasaan dan gaya hidup yang tak lazim, serta adanya penurunan/gangguan kesehatan secara fisik dan mental,” kata dr. Gunawan.

Menurutnya, berbagai upaya untuk mencegah beredarnya Narkoba di Indonesia telah dilakukan, diantaranya dengan pemberantasan jalur suplai dan rehabilitasi bagi pengguna Narkoba.Namun, lanjutnya, itu saja tidak cukup. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama seluruh komponen dan instansi, seperti TNI, untuk mewujudkan hal tersebut.

Selesai diberikan sosialisasi dan penyuluhan, 50 orang prajurit dipilih secara acak untuk dilakukan tes urine dan mendapatkan hasil semunya dinyatakan negatif oleh Klinik Pratama 23 Klaten. Pendim 0723/Klaten/Marwantoro S 


Loading...