JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

UNS Kembangkan Buah Nyamplung Jadi Bahan Kosmetik

Foto-foto Dok UNS

SOLO – Tim riset Farmasi Bahan Alam UNS Kampus bekerja sama dengan BUMDesa Panggungharjo mengembangkan produk minyak herbal berbasis nyamplung.

Dalam rilisnya ke Joglosemarnews, Fea Prihapsara menjelaskan, kerja sama tersebut berawal dari proposal pengabdian masyarakat. Dana hibah itu  yang kemudian dimanfaatkan untuk pengembangan produk tersebut.

Dijelaskan, minyak nyamplung atau dikenal dengan nama tamanu oil dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik.

“Namun produksi minyak nyamplung terhenti pada tahun 2010 akibat tidak tersedianya biji nyamplung sebagai bahan baku minyak nyamplung,” ujar Wahyudi Anggoro Hadi selaku pimpinan BUMDesa.

Hal itu juga disebabkan masyarakat belum paham mengenai khasiat dan manfaat dari biji nyamplung,  sehingga hanya dibiarkan jatuh dari pohon dan menjadi limbah.

Baca Juga :  22 Website, 19 Aplikasi dan 5 Video Conference yang Bisa Diakses dengan Kuota Belajar

Dari problem inilah tim peneliti dan pengabdian dari Farmasi UNS yang diketuai  Anif Nur Artanti melakukan peningkatan produksi minyak nyamplung ini, khususnya untuk dikembangkan sebagai bahan baku kosmetik.

“Hal ini didasari dari keinginan yang kuat untuk dapat memproduksi tamanu oil, mengingat produk tersebut belum banyak diproduksi di Indonesia. Saat ini dari kerja sama antara Farmasi FMIPA UNS dan BUMDesa Panggungharjo merupakan salah satu pensupplay sekaligus produksi tamanu oil,”  tutur Anif.

Produksi tamanu oil menggunakan mesin pemecah biji nyamplung untuk memisahkan biji dengan kulitnya. Selanjutnya dilakukan pengeringan biji nyamplung dan pengepresean biji dengan metode cold press.

Baca Juga :  1.400 Mahasiswa Baru Unisri Ikuti Orientasi Kampus

“Tujuan dari metode cold press adalah untuk menjaga kandungan asal lemak essensial yang terkandung dalam minyak nyamplung agar tidak rusak akibat pemanasan,”  sambungnya.

Produksi minyak nyamplung ini bukan tanpa kendala. Kendala utama adalah cuaca yang menyebabkan pengeringan biji tidak optimal, serta kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam pemanfaatan minyak nyamplung .
Dengan hasil yang diperoleh ini, selanjutnya akan dilakukan upaya untuk meningkatkan pemasaran sekaligus peningkatan produksi dengan membentuk jalur distribusi pemasaran baik lokal maupun nasional. Harapannya,  produk ini mampu bersaing di pasar ekspor.  #suhamdani