JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Bersama 8 Orang Lainnya, Pejabat Kemenpora yang Juga Dosen Ini Terjaring OTT KPK

suap
Ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA – Seorang pejabat Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) setingkat deputi yang juga dosen di di Universitas Negeri Jakarta, Mulyana terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT).

Dalam OTT yang berlangsung Selasa (18/12/2018) malam itu, dicokok juga delapan orang lainnya termasuk dari unsur KONI. Insiden tersebut telah diketahui oleh Menpora, Imam Nahrawi.

Imam mengatakan, Mulyana adalah Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga dan dosen di Universitas Negeri Jakarta sebelum dilantik olehnya November tahun lalu.

Sementara itu, Kemenpora akan memberikan bantuan hukum kepada pejabat di instansi yang terjaring OTT KPK).

Baca Juga :  Mahfud MD Kumpulkan Sekjen Parpol Bahas Protokol Kesehatan Pilkada 2020

“Sudah pasti nanti ada bantuan hukum dari tim legal kami,” ujar Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, dalam keterangannyanya, Selasa (18/12/2018).

Kemenpora, kata Gatot, masih akan menunggu hasil pemeriksaan 1×24 jam di KPK sebelum bantuan hukum itu direalisasikan. Alasannya, tak mau beranda-andai perihal kasus.

“Kami menunggu sampai ada penjelasan resmi dari KPK,” ucap Gatot.

Sebagaimana diketahui, selain Mulyana, KPK juga menangkap delapan orang lainnya dalam OTT, Selasa (18/12/2018). Mereka yang sudah langsung dibawa ke KPK terdiri dari pejabat setingkat Deputi Menteri, pejabat pembuat komitmen dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Baca Juga :  Dinyatakan Bersalah Langgar Kode Etik, Ketua KPK Firli Bahuri Ditegur Secara Tertulis

Ketua KPK, Agus Rahardjo, menerangkan bahwa tim penyidik bergerak setelah KPK mendapat informasi akan terjadi transaksi penerimaan uang oleh penyelenggara negara di Kemenpora. KPK kemudian mengecek dan menemukan bukti awal berupa uang sejumlah Rp 300 juta dan sebuah kartu ATM berisi uang ratusan juta rupiah.

“Diduga terjadi transaksi (kickback) terkait dengan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI,” kata Agus.

www.tempo.co