JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

11 Formasi Dokter Spesialis dalam Seleksi CPNS di Jogja Sepi Peminat, Ini Sebabnya

Ilustrasi

JOGJA – Sebanyak 11 formasi dokter spesialis dari total 356 formasi  dalam seleksi CPNS di Kota Yogyakarta masih kosong lantaran tidak ada pendaftar yang masuk.

“Kekosongan formasi ini lebih karena tidak ada pendaftar untuk mengisi formasi tersebut,” kata Kepala Bidang Pengembangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Yogyakarta Ary Iryawan di Yogyakarta, Selasa  (1/1/2019).

Menurut dia, ada 10 formasi dokter spesialis yang sejak awal tidak memiliki pelamar. Sedangkan satu formasi lain dinyatakan kosong karena peserta tidak lolos seleksi administrasi.

Banyaknya formasi dokter spesialis yang kosong, ditengarai disebabkan usia maksimal untuk melamar sebagai CPNS adalah 35 tahun.

Di Kota Yogyakarta pada awalnya terdapat 6.660 pelamar CPNS, namun setelah dilakukan seleksi kompetensi dasar (SKD) hanya ada sebanyak 729 pelamar yang berhak mengikuti tes tahap berikutnya yaitu seleksi kompetensi bidang (SKB).

Baca Juga :  Ultah ke-23 Tahun, BAF Salurkan Bantuan Untuk Anak Indonesia

Berdasarkan hasil seleksi kompetensi dasar dan seleksi kompetensi bidang, jumlah pelamar CPNS yang dinyatakan lolos seleksi dari panitia pusat dan berhak mengikuti pemberkasan berjumlah 345 peserta.

Ary mengatakan, jumlah pelamar yang dinyatakan lulus tersebut bisa semakin berkurang jika pelamar tidak mampu memenuhi dokumen syarat yang dibutuhkan untuk pemberkasan, di antaranya surat lamaran, SKCK, surat keterangan tidak memakai narkoba dan dokumen lain.

Sementara itu, Ketua Tim Pengadaan CPNS Pemerintah Kota Yogyakarta Titik Sulastri mengatakan, peserta yang dinyatakan lolos oleh panitia pusat tersebut dijadwalkan dapat mengikuti pengarahan pemberkasan pada 7 Januari dan mulai melakukan proses pemberkasan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

Baca Juga :  Pemkot Yogya Gencarkan Pemutusan Penularan Covid-19, Ini Yang Dilakukan    

Kelengkapan dokumen persyaratan tersebut dibutuhkan untuk pengusulan penetapan nomor induk pegawai (NIP). Jika dokumen syarat tidak dapat dilengkapi, maka pelamar tersebut tidak dapat diajukan untuk memperoleh NIP.

Titik menyebut, panitia seleksi dapat mengganti peserta yang lulus seleksi CPNS yang mengundurkan diri atau dianggap mengundurkan diri karena tidak menyampaikan kelengkapan dokumen persyaratan dalam batas waktu tertentu, atau meninggal dunia.

Seluruh tahapan penerimaan CPNS, lanjut Titik, tidak dipungut biaya. #tempo.co