JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bawaslu Karanganyar Buka Rekrutmen 3.149 Pengawas TPS. Prioritas Warga Setempat, Berikut Syaratnya! 

Foto/Wardoyo
Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karanganyar membuka rekrutmen untuk Tim Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Tim tersebut bakal bertugas untuk membantu mengawasi pelaksanaan coblosan di masing-masing TPS.

“Perekrutan ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai pelanggaran selama proses pemungutan suara berlangsung,” jelas Sudarsono komisioner Bawaslu Karanganyar divisi organisasi dan sumberdaya manusia, Minggu (27/1/2019).

Sudarsono, sampaikan rencananya, rekrutmen Pengawas TPS bakal dilakukan pertengahan bulan Februari mendatang. Sedangkan untuk persyaratan juga mekanisme rekrutmen masih menunggu petunjuk dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga :  Makin Mengganas, Jumlah Warga Karanganyar Meninggal Terkait Covid-19 Meroket Jadi 75 Orang. Jumlah Kasus Positif Dekati Angka 400, Suspek 1.842

Dikatakan Sudarsono, pada pemilu 2019 jumlah Pengawas TPS yang direkrut Bawaslu mencapai 3.149 orang menyesuaikan dengan jumlah TPS yang ada di Kabupaten Karanganyar.

“Setidaknya kami membutuhkan 3.149 Pengawas TPS yang akan bertugas di masing-masing TPS di Kabupaten Karanganyar,” lanjutnya.

Nantinya secara umum Pengawas TPS harus memenuhi persyaratan sebagai berikut, WNI yang berusia paling rendah 25 tahun, setia kepada Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Pendidikan minimal SMA atau sederajat, tidak merupakan anggota parpol atau sudah mundur sekurang-kurangnya lima tahun pada saat mendaftar, dan bersedia bekerja penuh waktu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hasil Swab Berubah-Ubah, Keluarga Pak RT Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri Dulu. Hikmah Positifnya, Kades Sebut Warga Makin Waspada dan Perketat Protokol Kesehatan!

Sedangkan prioritas Pengawas TPS yang akan direkrut adalah warga setempat. Dengan begitu diharapkan petugas Pengawas TPS tersebut lebih mengenal karakteristik warga setempat. Dan untuk meningkatkan kapasitas Pengawas TPS, akan ada Bimtek khusus mengenai tugas-tugas yang harus dikerjakan.

“Sehingga Pengawas TPS akan lebih jeli dalam mengawasi setiap tahapan yang berlangsung di TPS. Meski begitu diharapkan pengawas TPS harus netral, harus berintegritas untuk Pemilu yang berkualitas”, harapnya. Wardoyo