JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Belasan Ribu Keping E-KTP di Sragen Dibakar. Kecamatan Diminta Kumpulkan E-KTP Rusak 

Pemusnahan E-KTP di Dispendukcatpil tahap pertama. Foto/Dok Dispendukcatpil Sragen
Pemusnahan E-KTP di Dispendukcatpil tahap pertama. Foto/Dok Dispendukcatpil Sragen

SRAGEN- Belasan ribu keping E-KTP atau KTP elektronik di Sragen dimusnahkan dengan cara dibakar. Pembakaran dilakukan lantaran kepingan E-KTP itu dinyatakan sudah rusak, invalid, atau sudah tak berlaku lagi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendulcatpil) Sragen, Haryatno Wahyu L Wiyanto didampingi Sekdin Wahana Wijayanto mengungkapkan total ada 14.101 keping E-KTP yang sudah dibakar di Sragen.

Pembakaran dilakukan pada kegiatan pemusnahan tahap pertama tanggal 14 Desember 2018 pukul 14.00 WIB.

Pemusnahan itu menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri yang dilakukan serentak di seluruh daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Dapat Surat dari Gubernur, Bupati Sragen Umumkan Mulai 26 September Sudah Cuti dari Tugasnya Sampai 5 Desember

“Yang dimusnahkan itu E KTP yang invalid. Karena sudah tidak sesuai, rusak, ganti status dan lainnya,” paparnya kemarin.

Menurutnya untuk pemusnahan tahap pertama itu memang dilakukan di internal. Pemusnahan dibuat berita acara dan dikirimkan langsung ke Kemendagri sebagai laporan.

Namun untuk pemusnahan tahap kedua yang dijadwalkan ke depan, akan dilakukan dengan melibatkan unsur terkait. Saat ini, menurutnya masih banyak E-KTP rusak dan invalid di kecamatan-kecamatan.

E-KTP rusak itulah nanti yang akan dimusnahkan tahap kedua dalam waktu dekat ini. Pihak kecamatan sudah diminta untuk mengumpulkan E-KTP rusak dan dikirim ke Dispendukcatpil.

Baca Juga :  Kabar Baik, Semua Relawan Satgas Covid-19 di Sragen Dapat Insentif Total Rp 2,143 Miliar. Sudah Cair ke Rekening Desa, Bupati Minta Minggu Ini Harus Didistribusikan!

“Untuk E-KTP yang invalid dan rusak susah ditandai fisiknya dan diberi lubang. Pemusnahan itu juga ada mekanismenya mulai dari pengguntingan, lalu dibakar. Nanti dibuat berita acara dan dikirim ke Kemendagri. Untuk tahap kedua nanti akan dilibatkan unsur terkait sesuai ketentuan. Ada kepolisian, Kesbangpolinmas dan pihak terkait lainnya,” tandasnya. Wardoyo