JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Belum Akreditasi, 834 PAUD di Sragen Terancam Tak Lagi Dapat Bantuan Operasional

Foto/Humas Kab
Foto/Humas Kab

SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta semua PAUD di Sragen bisa terakreditasi maksimal 2020. Sebab jika tak terakreditasi, PAUD tak akan bisa mendapat bantuan operasional.

Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Seminar Nasional Pendidikan dengan tema Sukses Akreditasi Menuju Paud Berkualitas Sabtu (05/01/2019).

Seminar juga dihadiri oleh PM Himpaudi Jateng Dedi Andrianto, Kepala Dinas Pendidikan Sragen Suwardi ,Ketua Himpaudi Sragen Yuni Nur Hidayati dan sekitar seribu peserta seminar dari pendidik Paud se-kabupaten Sragen.

Kepala Disdikbud Suwardi menegaskan Lembaga penyelenggara PAUD, harus memenuhi standar nasional. Dia menyampaikan Sragen mentargetkan semua lembaga terakreditasi Pada 2020.

Baca Juga :  Sopir Wakil Ketua DPRD Berpotensi Jadi Tersangka, Saat Ini Masih Dirawat di RSUD Sragen. Kasat Ungkap Sudah Berangsur Membaik Tapi Belum Bisa Diperiksa

Pemerintah Kabupaten Sragen menghimbau semua Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk segera mengurus akreditasi. Saat ini tercatat ada 997 lembaga, belum semua terakreditasi.

Bupati menyampaikan ada 997 lembaga PAUD se-Sragen. Namun yang sudah terakreditasi diketahui baru sejumlah 163 lembaga. Sehingga ada 834 yang belum terakreditasi.

Kondisi itu menurutnya harus didorong agar lembaga yang belum dapat terakreditasi dapat memenuhi standar nasional.

“Di tahun 2019 ini harus ada target setidaknya 600 lembaga ikut proses akreditasi, dia menegaskan jika tidak ada upaya proses akreditasi dari lembaga tidak akan ada lagi bantuan operasional. Kebijakan ini akan dicatat dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) karena proses akreditasi jadi tanggungjawab lembaga,” terangnya.

Baca Juga :  Pijakan Plafon Mendadak Ambrol, Warga Puroasri Sragen Terhempas Jatuh dan Dilarikan ke Rumah Sakit. Pinggangnya Dilaporkan Sampai Begini!

Bupati berpesan agar pendidik PAUD menjaga kondusivitas dengan cara tidak sampai ikut menyebar berita hoax.

“Kami bersama menjaga kerukunan kab Sragen. Proses demokrasi 5 tahunan hal biasa. Jangan sampai jadi proses demokrasi membuat Sragen tidak kondusif, “ harapnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Sragen, Yuni Nur Hidayati terus memberikan pemahaman Pentingnya akreditasi. Selain itu, acara ini sekaligus peningkatan kualitas pendidik PAUD.

“Kami selalu berupaya, terus sosialsasi dan mendorong untuk akreditasi,” jelasnya. Wardoyo