JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Ternyata 6 Desa di Kecamatan Weru Sukoharjo Masih Butuh Bantuan Air Bersih

Ilustrasi bantuan sumur bor bagi warga. Foto/JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Penyerahan bantuan sumur bor bagi warga Kecamatan Weru, Sukoharjo.

SUKOHARJO-Sedikitnya enam desa di Kecamatan Weru Sukoharjo masih mengalami kekeringan saat kemarau tiba. Keenam desa tersebut pun masih memerlukan bantuan air bersih.

Kasi Trantib Kecamatan Weru Sriyanto mengatakan, sudah ada sejumlah langkah untuk mengatasi kekeringan itu. Di antaranya adanya vabtuan sumur bor dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bantuan telah diberikan beberapa waktu lalu oleh Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Dewan Energi (DEN), Sugeng Mujianto.

Baca Juga :  Waspada, Seluruh Kecamatan di Sukoharjo Kini Menjadi Zona Merah, Total Kasus Positif COVID-19 Melonjak di Angka 108

“Kami berharap masyarakat dapat memelihara dan menggunakan sumur bor dan menggunakannya secara maksimal. Perlu diketahui Kecamatan Weru ada beberapa desa, tepatnya 6 desa yang secara geografis terletak di dataran tinggi. Di desa-desa itu masih dilaksanakan droping air saat mangalami kekeringan air bersih,” ungkap dia, Jumat (11/1/2019).

Secara keseluruhan, jelas dia, bantuan sumur bor tahun 2018 di wilayah Weru ada sebanyak 6 unit. Meliputi Desa Karangmojo 2 unit, Desa Karakan 1 unit, Desa Tegalsari 1 unit, Desa Weru 1 unit, dan Desa Kedungjambal 1 unit.

Baca Juga :  Membara, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Mencapai 119 Pasca Penambahan 11 Kasus Baru

Sumur bor tersebut memiliki kedalaman 100-125 meter, debit air rat-rata 2 liter/detik. Kontruksi sumur berupa pipa besi galvanis berdiameter 6 inchi, dengan pasokan genset kapasitas 10 KVA.

“Setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.800 jiwa penduduk,” terang dia. Aris Arianto