JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berawal Dari Infaq Tiap Jumat, Siswa-siswi SMK Citra Medika Sragen Wujudkan Tradisi Bantu 350 KK Kurang Mampu di Desa Pelosok

Aksi baksos pembagian paket sembako oleh siswa siswi SMK Kesehatan Citra Medika Sragen ke warga tidak mampu di Ngepringan, Jenar Minggu (27/1/2019). Foto/Wardoyo
Aksi baksos pembagian paket sembako oleh siswa siswi SMK Kesehatan Citra Medika Sragen ke warga tidak mampu di Ngepringan, Jenar Minggu (27/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Sebuah teladan kembali ditunjukkan oleh SMK Kesehatan Citra Medika Sragen. Tak hanya mentereng dari sisi prestasi, sekolah berbasis kejuruan kesehatan yang berlokasi di Nglorog, Sragen ini juga memberi teladan akan karakter peduli di kalangan siswa.

Ya, jiwa kepedulian itu ditunjukkan lewat sebuah kegiatan akbar bakti sosial. Menariknya, kegiatan baksos membantu warga tak mampu itu ternyata sudah menjadi tradisi di sekolah ini. Diprakarsai Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) setempat, para siswa  menggelar bakti sosial di Desa Ngepringan, Jenar, Sragen yang dihelat Minggu (27/1/2019).

Kasek SMK Kesehatan Citra Medika Sragen, Nano Priyanto mengungkapkan kegiatan baksos itu merupakan agenda rutin yang diadakan setiap tahun. Tujuannya untuk membentuk karakter siswa agar mau berbagi sejak dini.

Kegiatan bakti sosial ini diikuti oleh 35 anggota OSIS yang didampingi oleh empat orang guru dari kesiswaan yang membagikan bahan-bahan sembako kepada 350 kepala keluarga (KK) kurang mampu di Ngepringan, Jenar.

Baca Juga :  Cabup Sragen, Mbak Yuni Terungkap  Punya Harta Kekayaan Total Rp 5,7 Miliar dan Utang Rp 1,5 Miliar. Harta Suroto Nggak Disangka Segini Banyaknya!

Desa Ngepringan memang tercatat sebagai salah satu desa minus yang berada di kawasan Sragen Utara. Hampir tiap tahun, warga di desa ini juga masuk daftar langganan krisis air bersih.

Adapun bahan-bahan sembako yang dibagikan dalam baksos itu antara lain beras, gula, teh, dan minyak goreng.

Bahan-bahan sembako tersebut merupakan hasil infaq dari siswa-siswi kelas X, XI, dan XII yang dikumpulkan setiap hari Jumat.

“Acara bakti sosial di Desa Ngepringan ini bisa terlaksana juga berkat kepedulian seluruh siswa-siswi yang rutin untuk infaq beras seikhlasnya setiap hari Jumat. Biasanya siswa-siswi yang tidak membawa beras, mereka menggantinya dengan infaq uang. Nah, uang yang terkumpul tersebut kita belikan gula, teh, dan minyak goreng,” pungkas Prastowo Sejati, selaku pembimbing OSIS Senin (28/1/2019).

Baca Juga :  PSBB Jakarta Jadi Mimpi Buruk bagi Sragen, Omzet Puluhan Perajin Batik Makin Anjlok. Pemilik Batik Brotoseno: Baru Saja Mau Bangkit, Kini Ambles Lagi!
Foto/Wardoyo

Jumirah, salah satu warga yang mendapatkan bantuan sembako merasa sangat senang. Dia juga berharap ke depannya pemerintah juga bisa menyelenggarakan program serupa.

“Rasanya seneng angsal bantuan beras saking adik-adik sekolah ini. Iya, semoga pemerintah juga bisa buat acara seperti ini. Karena sebelumnya, belum pernah ada acara bagi-bagi sembako seperti ini,” tuturnya.

Kebahagiaan dan rasa syukur tidak hanya dirasakan oleh warga yang mendapatkan bantuan, tetapi juga oleh siswa-siswi yang ikut membagikan bantuan. Seperti dituturkan Irfan, siswa kelas X Farmasi 2.

“Rasanya seneng banget bisa ikut berbagi bersama teman-teman OSIS. Ini pengalaman yang sangat berharga. Saya jadi merasa lebih mensyukuri hidup. Ternyata di luar sana masih banyak orang-orang yang lebih kekurangan. Ini semakin membuat saya dan teman-teman semakin semangat untuk rutin infaq setiap hari Jumat,” ungkap Irfan. Wardoyo