JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bupati Sragen Revisi Status KLB Demam Berdarah. Kepastian KLB Tunggu Hasil Clearance Pekan Depan!

Seorang nenek di Desa Gemantar, Mondokan bertahan di halaman saat rumahnya difogging petugas Sabtu (26/1/2019). Foto/Wardoyo
Seorang nenek di Desa Gemantar, Mondokan bertahan di halaman saat rumahnya difogging petugas Sabtu (26/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN-  Sempat dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB), kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sragen ternyata direvisi. Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan saat ini dirinya belum menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang KLB DBD.

“Jadi sampai sekarang kita belum menetapkan status KLB. Karena status KLB itu harus ditetapkan dengan SK Bupati. Kami perintahkan DKK untuk melakukan clearance atau verifikasi angka kasusnya yang positif DB berapa. Kalau nanti sesuai petunjuk Kemenkes memang masuk kriteria KLB, akan kita tetapkan KLB,” papar Yuni saat memimpin gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Desa Gemantar, Mondokan Sabtu (26/1/2019).

Baca Juga :  Innalillahi, Habib MA Pimpinan Ponpes El Nusa Shobo Guno Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Sempat Batuk-Batuk Lalu Dirujuk di RSUD Moewardi Solo

Menurutnya data terkini hingga 23 Januari, angka kasus DBD yang dilaporkan mencspai 504 kasus. Dari angka itu, setelah diverifikasi ada 186 yang positif DBD dan 37 yang terverifikasi sebagai DD.

Verifikasi diperlukan untuk memastikan diagnose apakah kasusnya masuk DBD atau DD. Hasil verifikasi akan kembali dirapatkan awal pekan depan guna memastikan bagaimana status DBD di Sragen.

“Nanti Senin kita rapatkan lagi,” tukasnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan gerakan PSN pagi itu digelar untuk mencegah penyebaran kasus DBD di Sragen. Lokasi Desa Gemantar Mondokan menjadi wilayah PSN karena desa itu menjadi desa terparah dengan kasus tertinggi selama Januari.

Baca Juga :  Lakukan Kesalahan Fatal, 6 Peserta Ujian SKB Seleksi CPNS Sragen Dipastikan Gugur. Ini Kesalahannya!

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Hargiyanto menyampaikan sejauh ini, Mondokan masih menjadi yang tertinggi kasus DBD dengan jumlah kasus 65. Dari angka itu, Desa Gemantar tercatat paling banyak kasus dengan 13 kasus.

Selain PSN serentak, juga dilakukan fogging tahap kedua di Gemantar, pemberian bubuk abate dan larvasida. Wardoyo