loading...
Loading...
Kades Saradan, Anis Tri Waluyo terlihat duduk saat di ruangan pemeriksaan Pidsus Kejari Sragen Kamis (10/1/2019).

SRAGEN- Kades Saradan, Anis Tri Waluyo resmi dilimpahkan tahap kedua dalam kasus tindak pidsna korupsi bermodus pemerasan dalam seleksi perangkat desa di Saradan 2018, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen Kamis (10/1/2019.

Anis dilimpahkan bersama penyerahan berkas tahap dua oleh Penyidik Polres Sragen ke Kejari Sragen. Anis datang dengan didampingi beberapa orang. Ia dikawal sejunlah anggota Polres Sragen dari Unit Tipikor Reskrim.

Anis datang sekitar pukul 11.00 WIB. Ia mengenakan pakaoan batik dasaran hitam lengan panjang.

“Iya hari ini rencananya pelimpahan tahap kedua berkas kasus Tipikor Kades Saradan,” papar Kajari Sragen, Muh Sumartono melalui Kasie Pidsus, Agung Riyadi Kamis (10/1/2019) pagi.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Sambirejo Sragen, Truk Terguling dan Masuk Jurang 10 Meter. Sopir Tewas Mengenaskan Terjepit Bodi Truk 

Pelimpahan tahap kedua dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan P-21. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menyampaikan berkas perkara kasus seleksi Perdes dengan tersangka Kades Saradan memang sudah P-21.

Setiba di Kajari, Anis langsung masuk ke ruangan pemeriksaan Pidsus. Dia terpantau duduk membelakangi pintu.

Seperti diberitakan, Berkas kasus Tipikor Perdes Saradan itu terakhir dilimpahkan ke Kejari pada 19 Oktober silam. AKBP Arif menegaskan penetapan tersangka salah satu kades dalam carut marut seleksi perangkat desa ini merupakan bukti keseriusannya memberantas tindak pidana korupsi di Sragen.

Baca Juga :  Kecelakaan Sragen, 2 Siswi Bertabrakan di Jalur Sambirejo. Belok Mendadak Digasak Dari Belakang 

Kendati demikian untuk sementara terhadap Kades Saradan belum dilakukan penahanan.

“Yang bersangkutan merupakan pejabat publik, dan masih melakukan tugas untuk kepentingan masyarakat. Selain itu persyaratan formil dan materiil seperti tidak melakukan tindakan yang bisa menghilangkan barang bukti, tidak melarikan diri dan sebagainya,” urainya.

Dalam berkas perkara, Kades Saradan dijerat dengan pasal 12 huruf e dan pasal 9 UU Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara. Ia disangkakan telah mempengaruhi Panitia Seleksi Perdes untuk merubah nilai ujian salah satu peserta agar bisa lolos seleksi.

Baca Juga :  Kecelakaan Karambol Kontainer dan 4 Kendaraan di Sambungmacan Sragen. Dua Mobil Mewah Ringsek dan 2 Motor Rusak Parah 

Dalam faktanya, yang bersangkutan menerima Rp 80 juta dari calon tersebut. Namun rekayasa itu kemudian terendus peserta lain.

Sempat terjadi protes, panitia kemudian meralat pengumuman awal yang sempat memenangkan calon pesanan Kades dan disebut-sebut punya hubungan kekerabatan dengan trah penguasa di Sragen itu. Wardoyo

 

Iklan
Loading...