JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Harga BBM Pertalite dan Pertamax Diturunkan, SPBU dan Warga di Sragen Sebut Biasa Saja! 

Antrian kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU Pilangsari Sragen Selasa (8/1/2019). Foto/Wardoyo
Antrian kendaraan yang akan mengisi BBM di SPBU Pilangsari Sragen Selasa (8/1/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Penurunan harga sejumlah komoditas bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina tak terlalu berdampak bagi SPBU maupun masyarakat. Penurunan harga BBM yang biasanya disambut suka cita, kali ini seolah terkesan wajar saja.

“Nggak ada dampak signifikan. Omzet juga nggak terpengaruh. Cuma kalau harga turun, stok BBM di tangki kami itu harga jualnya otomatis ikut turun dan itu jadi kerugian. Tapi nanti kalau ada kebaikan harga kan jadi keuntungan kami juga. Jadi relatif enggak ada masalah,” papar Pengelola Perusda SPBU Pilangsari Ngrampal, Efvan Setyono, Selasa (8/1/2019).

Ia mengatakan dari sisi omzet, untuk pertalite dan pertamax yang harganya diturunkan per 5 Januari 2019 lalu, hingga kini tetap stabil.

Menurutnya tak ada lonjakan pembelian lantaran tren di masyarakat juga sudah bergeser dalam menyikapi fluktuasi kenaikan ataupun penurunan harga BBM. Hal itu jauh berbeda dengan beberapa tahun silam ketika harga BBM tak seluwes saat ini.

“Kalau dulu, BBM mau naik saja, ombyake di masyarakat kan sudah terasa. Begitu pula kalau mau turun, reaksi masyarakat sangat terasa. Kalau sekarang, BBM turun atau naik pun seperti sudah wajar dan nggak kaget lagi. Sekarang paling hanya datang mengonfirmasi apakah kabarnya (kenaikan atau penurunan) itu benar atau tidak. Itu saja,” terangnya.

Baca Juga :  Ngeri, Digigit Ular Berbisa Jenis Bandotan, Warga Sumberlawang Sragen Langsung Terkapar. Tangan Bekas Gigitan Melepuh, Menghitam Hampir Membusuk, Kini Hanya Terbaring Lemah

Saat ini, pasokan untuk BBM di SPBU milik Pemkab Sragen itu juga masih stabil. Untuk premium tiap hari dijatah 8 ton, pertalite 9-10 ton, pertamax 2 ton.

Salah satu warga, Joko, menilai penurunan harga BBM oleh pemerintah saat ini memang tak terlalu mengejutkan. Sebab kebijakan itu sudah bukan hal yang baru karena sudah sering naik turun.

“Ya biasa saja. Nggak kaget lagi. Kalau turun ya Alhamdulilah gitu aja, agak ngirit pengeluaran untuk BBM,” tutur warga Karangmalang, Sragen itu.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku.

“Kami telah berkordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama pelanggan setia produk-produk Pertamina,” ujar Nicke dalam keterangan tertulisnya, Jumat  (4/1/2019).

Sementara itu, Direktur Pemasaran Retail, Mas’ud Khamid menambahkan, penyesuaian BBM Non Subsidi tersebut berlaku mulai Sabtu ( 5/1/ 2019) pukul 00.00 waktu setempat.

Baca Juga :  Innalillahi, Satu Warga Ngrampal Sragen Kembali Meninggal Suspek Covid-19. Suspek Meninggal Naik Jadi 44 Orang, Jumlah Total Warga Meninggal Capai 72 Orang

Adapun jenis BBM yang mengalami penyesuaian harga sebagai berikut :

Pertalite turun sebesar Rp 150 per literPertamax turun sebesar Rp 200 per literPertamax Turbo turun sebesar Rp 250 per literDexlite turun sebesar Rp 200 per literDex turun sebesar Rp 100 per liter.

Dijelaskan, harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah. Untuk detail harga BBM dapat dilihat di www.pertamina.com.

Sebagai gambaran, untuk wilayah Pulau Jawa mengalami perubahan sebagai berikut:

Pertalite sebelumnya seharga Rp 7.800 per liter menjadi Rp 7.650 per literPertamax sebelumnya Rp 10.400 per liter menjadi Rp 10.200 per literPertamax Turbo sebelumnya Rp 12.250 per liter menjadi Rp 12.000 per literDexlite sebelumnya Rp 10.500 per liter menjadi Rp 10.300 per literDex sebelumnya Rp 11.850 per liter menjadi Rp 11.750 per liter. Wardoyo